Sebuah gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,1 mengguncang wilayah Nias Barat, Sumatera Utara, pada Rabu malam. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera memberikan penjelasan, mengaitkan fenomena tektonik ini dengan aktivitas megathrust di bawah permukaan bumi.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I, Hendro Nugroho, menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini tergolong gempa bumi dangkal. "Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Megathrust," ujarnya, seperti dilansir Antara pada Kamis, 11 Juni 2026.

Guncangan gempa yang terjadi pada Rabu, 10 Juni 2026, pukul 20.08 WIB tersebut, dilaporkan dirasakan oleh masyarakat di daerah Nias Barat dengan intensitas II-III pada Skala Mercalli Modifikasi (MMI). Ini berarti getaran terasa nyata di dalam rumah, bahkan ada yang menggambarkan sensasi serupa truk besar yang melintas. Episenter gempa tercatat pada koordinat 1,03° LU dan 96,54° BT, sekitar 58 kilometer di sebelah barat Nias Barat, dengan kedalaman hiposenter yang sangat dangkal, hanya 4 kilometer.
Hingga saat ini, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum adanya laporan mengenai gempa bumi susulan yang terjadi pasca-guncangan utama. Selain itu, belum ada pula laporan resmi yang diterima mengenai kerusakan bangunan atau infrastruktur sebagai dampak langsung dari gempa bumi berkekuatan 4,1 magnitudo ini, memberikan sedikit kelegaan bagi warga setempat.
