Internationalmedia.co.id – Aparat militer Myanmar melakukan penggerebekan besar-besaran terhadap sebuah markas penipuan online (scam) yang beroperasi di wilayah tersebut. Akibatnya, ratusan orang dilaporkan melarikan diri ke negara tetangga, Thailand, untuk mencari perlindungan. Informasi ini dikonfirmasi oleh pejabat Thailand yang bertugas di wilayah perbatasan.
Lebih dari 600 orang dilaporkan menyeberangi Sungai Moei menuju Thailand pada Kamis pagi, setelah melarikan diri dari pusat penipuan yang dikenal dengan nama KK Park di Myanmar. Hal ini diungkapkan oleh Sawanit Suriyakul Na Ayutthaya, wakil gubernur Provinsi Tak di perbatasan Myanmar, seperti dilansir oleh kantor berita AFP.

Kompleks KK Park, yang dikenal sebagai sarang bagi para pelaku penipuan online yang menargetkan korban melalui hubungan asmara palsu dan skema bisnis fiktif, telah berkembang pesat di sepanjang perbatasan Myanmar. Tindakan keras yang dilakukan sejak Februari lalu telah memulangkan sekitar 7.000 pekerja. Pemerintah Thailand juga telah memberlakukan blokade internet lintas batas untuk menekan aktivitas ilegal ini.
"Polisi imigrasi dan satuan tugas militer bekerja sama memberikan bantuan kemanusiaan. Mereka akan menjalani pemeriksaan untuk menentukan apakah mereka korban perdagangan manusia. Jika tidak, mereka dapat dituntut karena melintasi perbatasan secara ilegal," jelas Sawanit. Kantor Administrasi Provinsi Tak menambahkan bahwa kelompok yang masuk dari Myanmar terdiri dari warga negara asing, baik pria maupun wanita, dan pihak berwenang memperkirakan akan ada lebih banyak lagi yang menyeberang ke Thailand.
KBRI Yangon terus memantau perkembangan situasi di KK Park, Myawaddy, Kayin State, menyusul laporan kaburnya ratusan warga negara asing, termasuk WNI. KBRI Bangkok juga telah menerima informasi mengenai WNI yang berhasil menyeberang ke Thailand dan tengah melakukan verifikasi data dan kondisi mereka. KBRI Yangon mengimbau WNI untuk tidak mudah tergiur tawaran kerja di luar negeri yang tidak resmi dan menghindari wilayah konflik atau rawan kejahatan siber dan perdagangan manusia seperti Myawaddy dan Shwe Kokko.
