Internationalmedia.co.id – News – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani memanfaatkan momen Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 untuk menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Dalam pidatonya, Muzani juga secara tegas menyerukan penghentian konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah dan berbagai belahan dunia lainnya.
Muzani, dalam pidatonya yang disampaikan di hadapan anggota DPR RI di Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026), menyoroti dampak konflik global. "Perang telah membawa korban, termasuk bagi pemimpin Iran. Oleh karena itu, dalam forum yang terhormat ini, kami ingin menyampaikan belasungkawa yang tulus atas wafatnya Rahbar atau Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei," ujar Muzani.

Tak hanya itu, Ketua MPR juga turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya mantan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. "Perkenankan pula kami menyampaikan bela sungkawa dan simpati yang setulus-tulusnya atas wafatnya beliau," tambahnya.
Lebih lanjut, Muzani menegaskan kembali seruannya agar konflik bersenjata di Timur Tengah dan berbagai belahan dunia lainnya segera dihentikan. Ia menekankan pentingnya mengedepankan jalur diplomasi sebagai solusi utama untuk menyelesaikan segala perbedaan.
"Melalui mimbar terhormat ini, kami menyerukan penghentian perang di kawasan Timur Tengah dan belahan dunia lainnya, serta mengutamakan diplomasi sebagai jalan untuk membicarakan segala perbedaan," tegas Muzani. Ia berharap para pemimpin global tidak kehilangan kesabaran dalam menempuh jalan perdamaian, sebab dunia tidak membutuhkan konflik.
Muzani menggarisbawahi bahwa perdamaian memerlukan keberanian untuk menahan diri, kesediaan untuk mendengarkan, dan kemampuan untuk menempatkan nilai kehidupan manusia di atas segala ambisi kekuasaan. "Kita tidak boleh kehilangan kata dan kesabaran untuk mencari jalan perdamaian melalui meja perundingan. Dunia tidak membutuhkan perang, melainkan keberanian untuk berdamai," pungkasnya, menyerukan agar dialog dan perundingan selalu menjadi prioritas demi masa depan yang lebih baik.
