Internationalmedia.co.id – Sebuah depot minyak di kota Penza, Rusia, dilanda kebakaran hebat pada Jumat (23/1) pagi waktu setempat. Insiden ini diduga kuat dipicu oleh serangan drone, terjadi di tengah upaya sistem pertahanan udara Rusia mencegat sejumlah drone tempur yang dikerahkan Ukraina ke wilayah tersebut.
Gubernur wilayah Penza, Oleg Melnichenko, mengonfirmasi kejadian ini dan menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. "Sekitar pukul 04.00 pagi waktu setempat, serangan drone menyebabkan kebakaran di sebuah depot minyak di Penza. Menurut data awal, tidak ada korban jiwa atau korban luka," ungkap Melnichenko melalui saluran Telegramnya.

Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kobaran api besar yang melalap sebuah depot minyak di pinggiran timur Penza, kota yang berjarak sekitar 618 kilometer dari garis depan pertempuran. Meskipun pihak berwenang Rusia belum memberikan keterangan resmi mengenai asal-usul drone tersebut, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat setidaknya 12 drone Ukraina dalam semalam, termasuk satu di wilayah Penza.
Hingga saat ini, belum ada komentar resmi dari pihak Ukraina terkait insiden ini. Namun, Kyiv diketahui sering menargetkan infrastruktur energi Rusia sebagai bagian dari strategi untuk melemahkan sumber pendanaan perang negara tetangganya. Serangan-serangan ini, yang sebagian besar dilakukan dengan menggunakan drone berbiaya rendah, telah menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas minyak dan gas Rusia, dengan kerugian mencapai miliaran dolar Amerika.
Ukraina berdalih bahwa serangan-serangan tersebut merupakan balasan yang setimpal atas serangan Moskow terhadap sistem energi di wilayah Ukraina. Dalam beberapa minggu terakhir, pemboman Rusia terhadap jaringan energi Ukraina telah menyebabkan ribuan orang hidup tanpa pemanas dan pasokan listrik di tengah cuaca dingin yang ekstrem.
