Temuan mengejutkan mengguncang Paris. Internationalmedia.co.id melaporkan, sedikitnya sembilan kepala babi ditemukan di depan beberapa masjid di wilayah Paris. Insiden ini memicu gelombang kecaman dan kekhawatiran akan meningkatnya sentimen anti-Muslim di Prancis. Lebih mengejutkan lagi, beberapa kepala babi tersebut bertuliskan nama belakang Presiden Emmanuel Macron dengan tinta biru.
Kepala Kepolisian Paris, Laurent Nunez, menyebut aksi ini "tercela" dan menyatakan penyelidikan tengah berjalan. Empat kepala babi ditemukan di Paris, sementara lima lainnya di pinggiran kota. Nunez bahkan tidak menutup kemungkinan akan ditemukan lebih banyak lagi. Polisi fokus pada dugaan penghasutan kebencian yang diperparah oleh diskriminasi agama dan ras.

Kejadian ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Presiden Macron sendiri telah bertemu dengan perwakilan komunitas Muslim untuk menunjukkan dukungannya. Wali Kota Paris, Anne Hidalgo, menyebut tindakan ini "rasis" dan telah mengambil langkah hukum. Menteri Dalam Negeri, Bruno Retailleau, bahkan menyebutnya "keterlaluan" dan "sama sekali tidak dapat diterima". Imam Masjid Agung Paris, Chems-Eddine Hafiz, mengecam insiden ini sebagai "tahap baru dan menyedihkan dalam kebangkitan kebencian anti-Muslim". Nunez menyebutkan kemungkinan adanya keterkaitan dengan insiden serupa di masa lalu dan menyarankan agar penyelidikan dilakukan dengan hati-hati. Misteri di balik aksi ini masih menjadi fokus utama penyelidikan pihak berwajib.
