Sebuah insiden yang menggegerkan jagat maya di Solo akhirnya menemukan titik terang. Sebuah ambulans yang tengah berpacu membawa pasien dalam kondisi kritis terpaksa terhambat lajunya oleh sebuah mobil putih di Jalan Yos Sudarso. Video kejadian ini dengan cepat viral, memicu beragam reaksi. Sopir mobil tersebut, seorang pria berusia 79 tahun berinisial S, kini telah menyampaikan permohonan maafnya dan dikenai sanksi tilang oleh pihak kepolisian, demikian dilaporkan Internationalmedia.co.id – News.
Kanit Gakkum Sat Lantas Polresta Solo, AKP Kurniawan Triatmojo, membenarkan tindakan tegas terhadap sopir mobil BYD tersebut. "Betul, kita berikan sanksi sesuai aturan yang berlaku," ujarnya, mengonfirmasi penilangan, seperti dilansir internationalmedia.co.id pada Senin (21/9/2026).

Dalam sesi mediasi yang mempertemukan kedua belah pihak, Ketua Relawan Saber, Wirawan, yang juga merupakan pengemudi ambulans yang terhambat, mengungkapkan pengakuan S. Pria paruh baya itu mengaku tidak mendengar suara sirine ambulans yang meraung di belakangnya, sehingga ia tidak menyadari harus memberi jalan.
Wirawan pun tak segan menyampaikan teguran sekaligus nasihat penting kepada S. "Tadi kita sampaikan jangan terulang lagi. Kalau memang sudah tidak layak untuk berkendara jangan memaksakan diri. Ibarat suara sirine ambulans sekencang itu saja tidak mendengar, apalagi klakson sepeda motor. Yang kedua, tentunya membahayakan pengguna jalan yang lain," tegas Wirawan, menekankan pentingnya kesadaran diri dalam berkendara demi keselamatan bersama.
Sebagai bentuk penyesalan, kedua belah pihak kemudian membuat surat pernyataan. S juga menyampaikan permohonan maafnya secara tulus melalui sebuah rekaman video yang dibagikan Wirawan. Dengan suara bergetar, S berujar, "Sebelumnya saya ingin meminta maaf. Saya benar-benar tidak sengaja. Saya tidak dengar, demi Allah. Saya minta maaf. Saya berharap Anda sekalian berkenan memaafkan saya, semoga Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan keberkahan. Saya benaran tidak sengaja, saya sudah tua, tidak sengaja. Saya jalan saya pikir sudah aman."
Sebelumnya, Wirawan sempat menduga bahwa pengemudi mobil putih tersebut sengaja melambat, seolah menghalangi laju ambulans. Namun, pengakuan S yang sudah sepuh dan mengalami gangguan pendengaran memberikan dimensi baru pada insiden ini, menyoroti tantangan yang mungkin dihadapi pengemudi lanjut usia di jalan raya. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu waspada dan memprioritaskan kendaraan darurat, demi keselamatan nyawa yang sedang dipertaruhkan.
