Internationalmedia.co.id – News – Suasana mencekam menyelimuti Desa Kaligending, Karangsambung, Kebumen, saat sebuah gudang ekspedisi menjadi sasaran amuk massa dini hari. Insiden yang berawal dari keributan antarkelompok pemuda ini berujung pada pelemparan bom molotov dan penjarahan satu karung paket kiriman, menciptakan kerugian material dan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Peristiwa nahas ini dilaporkan terjadi pada Sabtu (11/7) dini hari. Menurut keterangan pihak kepolisian, kejadian bermula ketika dua kelompok pemuda bersepakat untuk menyelesaikan perselisihan mereka. Namun, alih-alih berdamai, situasi justru memanas. Sebelum menyerbu gudang ekspedisi, kelompok pelaku dilaporkan sempat melakukan penganiayaan terhadap seorang warga yang melintas di Jembatan Merah Putih, bahkan terlibat aksi kejar-kejaran dengan kelompok lawan.

Puncak ketegangan terjadi di depan gudang ekspedisi tersebut. Salah satu anggota kelompok pelaku, yang diidentifikasi dengan inisial RB, nekat melemparkan bom molotov. Sasaran awalnya adalah seorang pria berinisial WF, yang jaketnya sempat tersambar api. Namun, lemparan maut itu juga mengenai bagian gudang, memicu kebakaran kecil yang melahap sejumlah paket kiriman yang tersimpan di dalamnya.
Tak berhenti di situ, beberapa pelaku kemudian menerobos masuk ke dalam gudang. Mereka secara brutal menganiaya karyawan yang berada di lokasi, keliru mengira para pekerja tersebut adalah bagian dari kelompok lawan mereka. Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menjelaskan kepada Internationalmedia.co.id – News pada Kamis (16/7) bahwa di tengah kekacauan tersebut, seorang pelaku berinisial BGS diduga kuat memanfaatkan situasi. BGS dilaporkan membawa kabur satu karung penuh berisi paket-paket Shopee dari dalam gudang, menambah daftar kerugian akibat aksi anarkis ini.
Menanggapi laporan insiden tersebut, jajaran Polres Kebumen segera bergerak cepat melakukan penyelidikan intensif. Hasilnya, salah satu pelaku utama, RB, berhasil diidentifikasi dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, dua pelaku lain yang turut terlibat, yakni GJ dan BGS, hingga kini masih dalam pengejaran dan telah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh pihak kepolisian. Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap seluruh jaringan pelaku dan motif di balik serangan brutal ini.
