Gempa berkekuatan magnitudo 7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) memicu respons cepat dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Megawati segera menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDIP untuk mengerahkan tim relawan kesehatan. Tak hanya itu, seluruh kader PDI Perjuangan dari tingkat DPD hingga DPC di seluruh NTT juga diminta turun tangan membantu warga yang terdampak bencana.
Perintah tanggap darurat tersebut disampaikan Megawati secara langsung kepada Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, sesaat setelah rombongan pengurus pusat PDI Perjuangan mendarat di Sumatera Utara. Hasto menerima telepon penting itu pada Sabtu (15/8), dengan instruksi jelas untuk segera mengonsolidasikan bantuan kemanusiaan.

"Begitu mendarat di Bumi Silangit, saya menerima telepon dari Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Profesor Dr. Megawati Soekarnoputri," ungkap Hasto Kristiyanto dalam keterangan resminya, Minggu (16/8). Ia menambahkan, Megawati menyampaikan keprihatinan mendalam serta doa bagi seluruh warga Flores yang tertimpa musibah. "Atas instruksi langsung Ibu Ketua Umum, seluruh jajaran PDI Perjuangan segera melakukan langkah-langkah gotong royong turun ke lapangan," tegas Hasto, menunjukkan kesigapan partai.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Hasto menjelaskan bahwa instruksi khusus telah diteruskan kepada Kepala BAGUNA PDI Perjuangan, Tri Rismaharini. Risma, yang didampingi Ribka Tjiptaning sebagai koordinator tim relawan kesehatan, langsung memimpin operasi di lapangan. Prioritas utama adalah pendirian dapur umum, penyediaan pertolongan pertama, serta pengerahan relawan medis untuk masyarakat terdampak.
Hasto menegaskan, seluruh jajaran DPD dan DPC PDI Perjuangan di NTT juga diinstruksikan untuk segera mengambil langkah darurat mitigasi bencana, termasuk mendirikan dapur umum dan memberikan pertolongan pertama. Perhatian khusus Megawati juga terfokus pada kelompok rentan, yakni ibu-ibu dan anak-anak balita. Kebutuhan seperti asupan makanan bergizi, obat-obatan, hingga perlengkapan khusus perempuan menjadi daftar prioritas yang disiapkan langsung oleh Megawati untuk Bu Risma.
Panggilan darurat dari Megawati ini diterima Hasto saat ia dan jajaran DPP PDI Perjuangan baru saja mendarat di Silangit, Sumatera Utara. Kehadiran mereka di sana adalah dalam rangka acara peletakan batu pertama (groundbreaking) kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir. Momen tersebut menunjukkan betapa pentingnya respons cepat partai terhadap bencana kemanusiaan.
Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, yang turut mendampingi Hasto, menyoroti kesigapan Sekjen. "Pak Sekjen begitu mendarat langsung menerima arahan dari Ibu Ketua Umum terkait gempa di NTT. Beliau bahkan tidak jadi menikmati kopi, tapi langsung menelpon pengurus DPP dan daerah untuk mengecek laporan serta menggalang bantuan," ujar Djarot. Ia menambahkan, ini adalah cerminan "tradisi politik kemanusiaan yang konsisten diajarkan oleh PDI Perjuangan."
Djarot menekankan bahwa esensi politik sejati bukan hanya tentang perebutan atau mempertahankan kekuasaan, melainkan bagaimana partai dapat "hadir secara cepat membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah dan mengurus kemanusiaan."
Mengulas pemikiran Bung Karno yang selalu terinspirasi dari rakyat kecil, Djarot juga mengingatkan pentingnya persatuan bangsa. Dalam forum silaturahmi, ia menekankan bahwa keberadaan tokoh agama menjadi pengingat untuk senantiasa menjaga Bhinneka Tunggal Ika.
"Kita ini satu bangsa. Tidak boleh ada egoisme agama atau etnis. Kita harus saling menghormati dan menghargai satu sama lain (all for all, one for all)," tegas Djarot, menyerukan penguatan persaudaraan dan toleransi. Ia menutup dengan menekankan peran vital BAGUNA sebagai badan khusus penanggulangan bencana PDI Perjuangan, yang selalu siap siaga memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, menegaskan komitmen partai terhadap gotong royong dan kemanusiaan.
