Kabar mengejutkan datang dari kancah politik nasional. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid telah mengundurkan diri dari kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar sejak lebih dari enam bulan lalu, dengan alasan ingin fokus pada urusan lain. Hal ini dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, kepada Internationalmedia.co.id – News pada Senin (21/9).
Sarmuji menjelaskan bahwa keputusan Nusron untuk tidak lagi menjabat di struktur kepengurusan Golkar sudah berlangsung cukup lama. "Pak Nusron mundur dari pengurus lebih dari enam bulan lalu. Mungkin mau fokus untuk hal lain," ujar Sarmuji saat dihubungi wartawan. Namun, Sarmuji tidak merinci secara detail mengenai ‘hal lain’ yang menjadi fokus baru bagi Nusron, yang mendorongnya untuk melepaskan jabatannya di partai berlambang beringin tersebut.

Konfirmasi serupa sebelumnya juga disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia. Doli menyatakan bahwa surat pengunduran diri Nusron telah diajukan "sejak beberapa bulan lalu," sebagaimana dilaporkan oleh internationalmedia.co.id pada Sabtu (19/9). Sebelum pengunduran dirinya, Nusron Wahid dikenal sebagai salah satu figur penting di DPP Partai Golkar, menjabat sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian dalam kepengurusan periode 2024-2029.
Meskipun alasan spesifik di balik pengunduran diri Nusron Wahid masih menjadi tanda tanya, keputusan ini menandai perubahan signifikan dalam dinamika internal Partai Golkar. Dengan posisinya sebagai Menteri ATR/BPN, fokus Nusron pada tugas-tugas kenegaraan mungkin menjadi salah satu pertimbangan utama di balik keputusannya untuk tidak lagi aktif dalam kepengurusan partai.
