Internationalmedia.co.id – News melaporkan kekacauan melanda perjalanan KRL rute Tangerang-Duri dan KA Bandara Soekarno-Hatta pada Senin, 21 September 2026 pagi. Insiden ini disebabkan oleh dugaan vandalisme pada perangkat persinyalan yang terletak di antara Stasiun Batu Ceper dan Bandara Soekarno-Hatta, mengakibatkan gangguan signifikan pada jadwal keberangkatan dan kedatangan.
KAI Commuter, melalui akun X resminya, segera menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan yang terjadi. Mereka mengonfirmasi adanya "indikasi vandalisme pada perangkat persinyalan" di jalur krusial tersebut. Akibatnya, operasional KRL di lokasi harus mengalami penyesuaian, di mana pergantian sinyal masuk dan keluar stasiun dilakukan secara manual, menyebabkan perlambatan yang tidak terhindarkan.

Pihak KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna jasa untuk tetap tenang dan mengikuti setiap arahan serta informasi yang diberikan oleh petugas di lapangan. Mereka juga berkomitmen untuk terus memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring dengan perkembangan penanganan gangguan di lokasi.
Untuk memitigasi dampak kerugian bagi penumpang, KAI Commuter menyatakan kesiapannya untuk menyediakan surat keterangan keterlambatan. Surat ini dapat diperoleh oleh pengguna KRL yang mengalami penundaan perjalanan lebih dari 15 menit akibat gangguan operasional. Penumpang cukup menemui petugas Passenger Service atau Customer Service di stasiun tujuan mereka untuk mendapatkan surat tersebut.
