Tragedi mengguncang Amerika Serikat. Internationalmedia.co.id melaporkan, sebuah ledakan dahsyat mengguncang fasilitas pelatihan kepolisian di Los Angeles pada Jumat (18/7) lalu, menewaskan tiga anggota kepolisian. Kejadian ini menjadi duka mendalam bagi kepolisian Los Angeles, karena merupakan korban jiwa terbanyak sejak tahun 1857. Sheriff Los Angeles County, Robert Luna, menyampaikan pernyataan resmi yang mengonfirmasi kabar pilu tersebut. Identitas para korban hingga kini masih dirahasiakan.
Insiden ini langsung menyita perhatian publik dan aparat penegak hukum. Tim penyelidik gabungan, termasuk detektif pembunuhan, FBI, Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Peledak, serta unit penjinak bom LAPD, langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Sheriff Luna menegaskan bahwa hingga saat ini penyebab ledakan belum dapat dipastikan, namun ia memastikan tidak ada ancaman bagi masyarakat sekitar.

Beredar kabar, sebuah laporan dari Los Angeles Times yang mengutip sumber anonim menyebutkan bahwa tim penjinak bom sedang memindahkan bahan peledak saat peringatan bom muncul, dan kemudian ledakan terjadi. Namun, Supervisor Kathryn Barger, seorang pejabat kota terpilih di wilayah tersebut, menepis spekulasi terkait terorisme, dan menyebut insiden ini sebagai "kecelakaan tragis".
Jaksa Agung AS, Pam Bondi, juga mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden ini, menyatakan keprihatinan atas tragedi yang menewaskan sedikitnya tiga orang di fasilitas pelatihan tersebut. Pihak berwenang masih terus melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti ledakan tersebut. Lingkaran keamanan luas pun diberlakukan di sekitar area parkir tempat ledakan terjadi. Misteri di balik ledakan maut ini masih menjadi teka-teki yang harus segera terungkap.