internationalmedia.co.id – Suasana mencekam menyelimuti kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, setelah sebuah ledakan hebat mengguncang area tersebut pada Rabu (14/10/2026). Insiden tragis ini tidak hanya mengakibatkan kerusakan bangunan yang cukup parah, tetapi juga menyebabkan delapan orang mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan yang ambruk pasca-ledakan.
Merespons situasi darurat tersebut, Kepolisian Daerah Metro Jaya segera mengerahkan kekuatan penuh untuk menangani bencana ini. Satuan Brimob Polda Metro Jaya mengirimkan sedikitnya 50 personel terlatih ke lokasi kejadian guna melakukan operasi penyelamatan dan sterilisasi area. Pasukan yang diterjunkan terdiri dari 20 personel patroli dari Batalyon C Pelopor, 20 personel SAR dari unit yang sama, serta 10 personel ahli dari Unit Komposit Detasemen Gegana.

Operasi evakuasi di lapangan dipimpin langsung oleh Danyon C Pelopor, Kompol Toha Subakat, dengan berkoordinasi bersama jajaran Polres Tangerang Selatan dan berbagai instansi terkait lainnya. Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan tidak ada korban lain yang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan ruko yang hancur.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, menegaskan bahwa seluruh personel bergerak cepat untuk melakukan berbagai tindakan krusial. "Personel kami langsung bergerak di lapangan untuk membantu proses evakuasi, melakukan sterilisasi area, melakukan pencarian di titik-titik terdampak, serta mengamankan perimeter lokasi. Prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan masyarakat dan memastikan seluruh proses penanganan berjalan dengan cepat, aman, serta terkoordinasi dengan baik," jelasnya dalam keterangan resmi.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR Brimob bersama Polres Tangerang Selatan masih bekerja keras melakukan pembersihan puing-puing bangunan. Selain evakuasi, personel dari Detasemen Gegana juga melakukan sterilisasi ketat di lokasi kejadian untuk memastikan keamanan area dari potensi ancaman susulan. Sementara itu, personel patroli Brimob berjaga di sekitar perimeter guna memberikan ruang bagi petugas olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) agar dapat bekerja tanpa gangguan.
Mengenai penyebab ledakan, dugaan sementara mengarah pada adanya kebocoran atau masalah pada tabung gas elpiji. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti dari peristiwa tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi yang belum terbukti kebenarannya.
"Polisi hadir untuk memberikan pertolongan dan memastikan masyarakat terlindungi. Saat ini proses evakuasi, sterilisasi, dan olah TKP masih berlangsung. Kami meminta masyarakat memberikan ruang bagi petugas untuk bekerja. Penyebab pasti ledakan akan kami sampaikan setelah hasil pemeriksaan selesai," tegas Kombes Budi.
Terkait kondisi para korban, Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar, mengonfirmasi bahwa delapan orang yang terluka telah dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. "Para korban saat ini telah ditangani di RS Fatmawati dan RS Sari Asih," ungkapnya. Berdasarkan laporan di lapangan, para korban sempat tertimpa material bangunan ruko yang ambruk akibat daya ledak yang sangat kuat. Petugas terus berupaya memprioritaskan keselamatan nyawa manusia di tengah upaya pembersihan lokasi.
