PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berencana melakukan gebrakan signifikan untuk meningkatkan efisiensi perjalanan KRL Jabodetabek, khususnya di jalur Green Line Rangkas Bitung. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa waktu tunggu antarperjalanan (headway) yang semula 10-15 menit akan dipangkas drastis menjadi hanya 4-5 menit. Langkah ambisius ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR baru-baru ini, sebagai respons terhadap lonjakan 1,1 juta penumpang KRL Jabodetabek setiap harinya. Internationalmedia.co.id – News
Bobby Rasyidin menjelaskan, peningkatan drastis ini akan dicapai melalui optimalisasi sistem persinyalan. "Yang di arah ke Rangkas itu kita akan tambah juga, akan kita tingkatkan juga persinyalannya sehingga yang sekarang itu 10-15 menit headway-nya itu akan kita persingkat menjadi 4 atau 5 menit headway dari kereta yang tadinya sudah SF12," ujar Bobby dalam rapat tersebut, menegaskan komitmen KAI.

Untuk mendukung target tersebut, KAI telah memulai pemasangan lima gardu traksi baru di jalur Green Line Rangkas Bitung pada tahun 2026 ini, serta melakukan peningkatan kapasitas pada sembilan gardu lainnya. Dengan demikian, KAI menargetkan pada semester 1 tahun 2027, seluruh jalur Green Line akan sepenuhnya dapat dilewati oleh rangkaian kereta dengan formasi 12 gerbong (SF12), yang akan secara signifikan meningkatkan kapasitas angkut.
Tidak hanya Green Line, KAI juga memiliki rencana ekspansi untuk jalur lainnya. Pada tahun 2027, Bekasi Line yang saat ini hanya sampai Cikarang akan diperpanjang hingga Cikampek. Demikian pula untuk rute selatan, jalur KRL yang saat ini berakhir di Bogor akan diperpanjang hingga Cigombong, membuka akses transportasi yang lebih luas bagi masyarakat.
Inovasi rekayasa juga akan diterapkan pada jalur Bogor, di mana Nambo Line akan diterminasi via Citayam. Langkah ini diperkirakan akan menambah 22 slot perjalanan baru ke arah Bogor, yang pada akhirnya akan meningkatkan kapasitas Bogor Line lebih dari 30 persen dari kondisi saat ini. Peningkatan panjang jalur elektrifikasi (LAA) juga menjadi fokus utama dalam proyek ini.
Seluruh upaya peningkatan sarana dan prasarana ini menunjukkan komitmen KAI dalam menyediakan layanan transportasi KRL yang lebih cepat, efisien, dan nyaman bagi jutaan penumpangnya setiap hari. Warga Jabodetabek dapat menantikan pengalaman perjalanan KRL yang jauh lebih baik di masa mendatang, demikian laporan dari internationalmedia.co.id.
