Monday, 26 February 2024

Search

Monday, 26 February 2024

Search

Korban Tewas Gempa Turki-Suriah Tembus 4.372 Orang 

TURKI(IM)Korban tewas akibat gempa Turki dan Suriah terus bertambah dan telah mencapai angka 4.372 orang per Selasa (7/2) pagi.

Dikutip dari CNN, setidaknya 1.451 orang tewas di seluruh Suriah. Sementara, korban tewas di Turki telah meningkat menjadi 2.921 dari 2.379 beberapa jam yang lalu. 

Hingga berita ini ditulis, jumlah kematian yang dikonfirmasi menjadi 4.372 jiwa.

Kemudian, korban luka akibat gempa ini tercatat bertambah menjadi 15.834 orang. Untuk korban luka di Suriah tercatat sebanyak 3.531 orang.

Dilansir The Guardian, seorang pejabat senior Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperingatkan jumlah korban tewas bisa meningkat secara substansial. Jumlah kematian bisa meningkat menjadi lebih dari 20.000 orang.  Ada potensi terus terjadi keruntuhan lebih lanjut, sehingga kami melihat peningkatan delapan kali lipat pada jumlah awal.”

“Kami selalu melihat hal yang sama dengan gempa bumi, sayangnya, laporan awal jumlah orang yang meninggal atau terluka akan meningkat cukup signifikan pada minggu berikutnya,” kata Petugas darurat senior WHO untuk Eropa, Catherine Smallwood. 

Sebelumnya, gempa bumi terjadi di Turki dengan kekuatan magnitudo 7,8 pada Senin (6/3) pagi waktu setempat.

Gempa ini berpusat di selatan Turki, tepatnya di Provinisi Kahramanmaras. Perlu diketahui, Turki dan Suriah merupakan negara tetangga.

Sementara pusat gempa yakni di Kahramanmaras berada di perbatasan kedua negara tersebut. 

Proses evakuasi saat ini diketahui terkendala cuaca yang buruk. 

“Kondisi cuaca dan skala bencana membuat tim kami sulit mencapai wilayah tersebut.” 

“Helikopter kami tidak dapat lepas landas hari ini karena kondisi cuaca,” kata Menteri Kesehatan Turki ,Fahrettin Koca. 

Sementara menurut keterangan UNICEF yang dikutip dari CNN, di beberapa bagian Suriah dan Turki dilanda badai salju lebat.  Setidaknya 2.256 petugas kesehatan darurat sejauh ini telah dikerahkan pada tempat yang terdampak.     Kemdian sebanyak 602 ambulans dan dua pesawat ambulans telah dikirim dari kota tetangga. Selain itu, 187 tim yang tergabung dalam Tim Penyelamat Medis Nasional (UMKE) Turki juga telah diberangkatkan. 

Sementara Wakil Presiden Turki  Fuat Oktay menyebutkan, cuaca buruk mempersulit upaya penyelamatan korban gempa 7,8 skala Richter yang mengguncang Turki dan Suriah. 

Kami mencoba mencapai kawasan (yang terdampak gempa) secepat mungkin,” kata Oktay pada media seperti dikutip dari Aljazirah, Selasa (7/2).

Aljazirah melaporkan dari Istanbul situasi musim dingin yang buruk membuat situasi di lapangan “sangat sulit.” Turki didera salju tebal dan hujan deras. Suhu udara juga sangat dingin sehingga mempersulit tim pencari dan sipil melakukan proses penyelamatan.

Dari Beirut Aljazirah melaporkan barat laut Suriah juga mengalami cuaca buruk. Musim dingin yang membekukan mempersulit kehidupan masyarakat yang kehilangan rumah mereka. Selain itu terdapat jutaan orang di Suriah yang dilanda perang selama bertahun-tahun yang tinggal di tenda-tenda pengungsi.

Seorang warga Kota Idlib, Suriah, Alaa Nafi mengatakan gempa bumi kemari “sangat mengerikan dan menakutkan.”

“Bangun di tengah malam karena seluruh gedung terguncang adalah perasaan terburuk dan menyulitkan usaha menyelamatkan diri,” katanya.

“Melihat orang-orang dengan anak-anak menangis di jalanan di udara yang dingin sangat menghancurkan hati, tapi kami semua berkumpul di satu area jauh dari gedung-gedung,” katanya.

Aljazirah melaporkan di Kota Gaziantep, Turki banyak orang berada di luar ruangan di tengah udara yang sangat dingin. Sampai beberapa masjid membuka pintu untuk menampung mereka.

Tapi banyak orang yang merasa tidak aman berada di dalam gedung usai merasakan guncangan dahsyat. Pihak berwenang mengatakan jumlah korban jiwa dapat terus bertambah sementara paka mengatakan gempa susulan dapat berlangsung selama beberapa hari atau pekan ke depan.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan dirinya sangat sedih dan menjanjikan bantuan AS setelah gempa dengan Magnitudo (M) 7,8 mengguncang Turki dan Suriah, menewaskan ribuan orang.
“Saya sangat sedih dengan hilangnya nyawa dan kehancuran yang disebabkan oleh gempa bumi di Turki dan Suriah. Saya telah mengarahkan tim saya untuk terus memantau situasi dengan berkoordinasi dengan Turki dan memberikan setiap dan semua bantuan yang dibutuhkan,” tulis Biden di akun resmi Twitternya, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (7/2).
“Tim kami dikerahkan dengan cepat untuk mulai mendukung upaya pencarian dan penyelamatan Turki dan memenuhi kebutuhan mereka yang terluka dan terlantar akibat gempa,” imbuhnya dalam pernyataan yang kemudian dirilis oleh Gedung Putih.
Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa Biden telah meminta para pejabat AS untuk menghubungi rekan-rekan Turki mereka untuk mengoordinasikan bantuan, dan bahwa kelompok-kelompok kemanusiaan yang didukung oleh Amerika Serikat sedang merespons kehancuran di Suriah.
Juru bicara keamanan nasional John Kirby mengatakan bahwa Amerika Serikat mengirim dua tim pencarian dan penyelamatan masing-masing berjumlah 79 orang, sementara Pentagon dan USAID berkoordinasi dengan mitra-mitra Turki mereka.

Frans C. Gultom

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media