Internationalmedia.co.id – News – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia bergerak cepat mengatasi dampak kekeringan ekstrem yang melanda berbagai wilayah. Sejak Juli hingga 24 September 2026, serangkaian upaya penanganan darurat telah berhasil menyelamatkan ratusan ribu hektar lahan pertanian vital dan memastikan ketersediaan air bersih bagi jutaan penduduk di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.
Menurut data yang dihimpun internationalmedia.co.id, intervensi telah dilakukan di 3.288 titik krusial. Rinciannya meliputi 358 lokasi di area persawahan, 2.553 lokasi permukiman yang terdampak, serta 377 lokasi yang memerlukan dukungan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari upaya masif ini, 141.440 hektare sawah berhasil diselamatkan dari ancaman gagal tanam dan gagal panen. Tak hanya itu, kebutuhan air bagi 1,75 juta jiwa masyarakat telah terpenuhi dengan total 48,9 juta liter air bersih yang berhasil disalurkan, di samping dukungan vital untuk penanganan karhutla.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan urgensi penanganan kekeringan dan ancaman kebakaran yang harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu. "Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga," ujar Dody dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/9/2026).
Untuk menjaga pasokan air bagi sektor pertanian, KemenPU mengimplementasikan berbagai strategi di 358 lokasi. Langkah-langkah tersebut mencakup pemompaan air dari sungai langsung ke sawah, normalisasi saluran irigasi utama dan sekunder yang tersumbat, pembangunan saluran darurat, serta pengaturan giliran dan distribusi air yang lebih merata. Pemanfaatan teknologi irigasi hemat air juga dioptimalkan untuk menjangkau areal persawahan yang lebih luas. Dari total lokasi tersebut, 272 titik telah tuntas ditangani, sementara 86 lokasi lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Sementara itu, dalam upaya memenuhi kebutuhan domestik masyarakat, KemenPU mengerahkan armada mobil tangki air dan hidran umum ke kawasan permukiman, membangun sumur bor baru, serta menjalin kerja sama erat dengan pemerintah daerah dan perusahaan air minum setempat. Dari 2.553 lokasi yang menjadi target, sebanyak 2.077 lokasi telah berhasil ditangani, dengan 476 lokasi sisanya masih dalam proses penyelesaian. Hingga saat ini, 48,9 juta liter air bersih telah terdistribusi, memberikan manfaat langsung bagi 1,75 juta jiwa.
Seluruh kegiatan penanganan ini diawasi ketat oleh Satuan Tugas Antisipasi El Nino. Satgas secara berkala memantau kondisi bendungan, embung, dan jaringan irigasi untuk memastikan pemanfaatan sumber-sumber air yang tersedia dapat berjalan optimal. Langkah antisipatif ini krusial mengingat potensi dampak kekeringan yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga November 2026.
"Kementerian PU akan terus bergerak berdasarkan kondisi di lapangan. Infrastruktur air yang ada harus dioptimalkan untuk memberikan manfaat nyata, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun menjaga produktivitas pertanian," tegas Dody. Ia juga menambahkan bahwa penanganan akan terus dievaluasi secara berkala agar dukungan yang diberikan selalu tepat sasaran sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Keberhasilan penanganan kekeringan ini tidak lepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat yang bergotong royong menyediakan air dan sumur bor. Sinergi ini menjadi pilar penting dalam memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama periode kemarau.
Masyarakat maupun pemerintah daerah yang membutuhkan dukungan air dapat mengajukan permohonan melalui balai-balai teknis Kementerian PU yang tersebar di wilayah masing-masing. Selain itu, KemenPU juga menyediakan Kanal Pelaporan Bencana di Call Center 158 ext 4, atau dapat menghubungi WhatsApp Center di nomor 0815-1000-0158 untuk informasi dan bantuan lebih lanjut.
