internationalmedia.co.id – Kabar mengejutkan datang dari destinasi wisata super prioritas Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Sebuah kapal wisata jenis pinisi bernama Yukai dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Seture, Kabupaten Manggarai Barat, pada Minggu pagi. Insiden ini memicu kepanikan karena kapal tersebut diketahui tengah mengangkut sejumlah wisatawan mancanegara.
Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, situasi di lokasi kejadian tampak mencekam. Kapal pinisi tersebut terlihat dalam posisi miring sebelum akhirnya perlahan mulai terendam air. Di tengah situasi darurat tersebut, terlihat sekitar 10 sekoci dari kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi segera bergerak cepat untuk memberikan pertolongan kepada para penumpang yang terjebak.

Para wisatawan asing yang berada di atas kapal tampak telah berhasil dievakuasi ke atas sekoci-sekoci penyelamat. Dalam video tersebut, terlihat kru kapal berusaha menyelamatkan barang-barang milik penumpang dengan cara melemparkan koper-koper ke arah sekoci agar tidak ikut tenggelam ke dasar laut. Meskipun proses evakuasi mandiri oleh kapal sekitar terlihat berjalan, ketegangan tetap menyelimuti area perairan tersebut.
Koordinator Pos SAR Labuan Bajo, Arif Rahmadan, memberikan konfirmasi resmi terkait peristiwa kecelakaan laut ini. Ia menjelaskan bahwa pihak Search and Rescue (SAR) telah memantau situasi di lapangan. Namun, ia menyebutkan bahwa tim SAR belum diterjunkan secara langsung ke titik koordinat karena proses evakuasi awal telah dilakukan secara efektif oleh kru kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
"Kami tidak turun (evakuasi), karena sudah ada kapal-kapal lain yang datang menolong," ujar Arif saat memberikan keterangan kepada media.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan intensif untuk memastikan jumlah pasti wisatawan asing yang berada di dalam kapal Yukai saat insiden terjadi. Belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban luka maupun kondisi kesehatan para turis tersebut setelah berhasil dievakuasi ke sekoci.
Selain jumlah penumpang, penyebab pasti tenggelamnya kapal pinisi Yukai juga masih menjadi misteri. Tim terkait saat ini tengah mengumpulkan keterangan dari saksi mata dan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui apakah kecelakaan ini disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem, kerusakan teknis pada lambung kapal, atau faktor kelalaian manusia.
Pihak otoritas pelabuhan dan keamanan laut diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan kapal wisata di kawasan Labuan Bajo guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca di perairan NTT.
