Kecelakaan pesawat tempur F/A-18D Hornet milik Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) telah membuat gempar. Internationalmedia.co.id melaporkan, setelah insiden yang terjadi Kamis lalu di bandara Kuantan, Pahang, RMAF langsung mengambil langkah drastis. Seluruh armada Hornet F/A-18D kini di-grounded sementara.
Kepala Jenderal RMAF, Datuk Seri Muhammad Norazlan Aris, menyatakan keputusan ini diambil untuk memastikan keselamatan penerbangan. Penyelidikan menyeluruh akan dilakukan untuk mengungkap penyebab kecelakaan tersebut. "Armada Hornet F/A-18D di-grounded sampai penyelidikan menentukan penyebab sebenarnya," tegasnya.

Norazlan menambahkan, tim investigasi telah dibentuk dan akan segera bekerja. Data dari pesawat, mirip kotak hitam, akan dianalisis. Meskipun beredar video di media sosial, Norazlan masih enggan berspekulasi, apakah kecelakaan disebabkan oleh serangan burung, benda asing, atau faktor lain. "Masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan," ujarnya.
Kecelakaan ini merupakan yang pertama bagi jet tempur F/A-18D Hornet Malaysia sejak beroperasi pada 1997. Dua personel militer, Mohamad Azhar Alang Kamarudin (34) dan Mohammad Izzudin Mohamad Salleh (28), berhasil menyelamatkan diri sebelum pesawat meledak. Mereka mengalami luka-luka, namun Perdana Menteri Anwar Ibrahim telah menyampaikan doa untuk kesembuhan mereka dan memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas insiden ini. Laporan awal penyelidikan akan segera dirilis.

