Komentar kontroversial seorang jenderal tinggi Afrika Selatan (Afsel) memicu kemarahan Presiden Cyril Ramaphosa. Internationalmedia.co.id melaporkan, pernyataan Jenderal Rudzani Maphwanya yang mendukung kerja sama militer lebih dalam dengan Iran selama kunjungannya ke negara tersebut, dinilai telah merusak upaya Afsel untuk memperbaiki hubungan dengan Amerika Serikat (AS).
Kemarahan Presiden Ramaphosa bukan tanpa alasan. Afsel tengah berupaya keras memperbaiki hubungan diplomatik dengan AS, berharap tercapainya kesepakatan perdagangan baru untuk menghindari penerapan tarif 30 persen pada ekspornya. Juru bicara kepresidenan, Vincent Magwenya, menyebut pernyataan Jenderal Maphwanya sebagai tindakan yang "tidak membantu" dan justru memperburuk situasi negosiasi yang rumit tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers Kamis (14/8).

Laporan media Iran, Tehran Times dan Press TV, menyebutkan Jenderal Maphwanya menyerukan kerja sama pertahanan yang lebih erat dengan Iran, bahkan memuji adanya "tujuan bersama" antara kedua negara dan mengutuk tindakan Israel di Jalur Gaza. Magwenya menambahkan bahwa Presiden Ramaphosa sendiri tidak mengetahui kunjungan Jenderal Maphwanya ke Iran.
Kehebohan ini tak hanya sampai di tingkat kepresidenan. Aliansi Demokratik, partai koalisi terbesar kedua di pemerintahan Afsel, bahkan menuntut Jenderal Maphwanya diadili di pengadilan militer karena dianggap melanggar netralitas militer. Kunjungan Jenderal Maphwanya ke Iran di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah pun dinilai sebagai langkah yang tidak bijaksana. Situasi ini semakin menegangkan hubungan internasional Afsel.
