Internationalmedia.co.id – News – Sebuah jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, mendadak doyong dan nyaris ambruk pada dini hari Selasa (14/7/2026). Insiden mengejutkan ini terjadi sekitar pukul 00.30 WIB setelah sebuah truk pengangkut crane tersangkut di bawah struktur jembatan, menyebabkan tiang JPO terangkat dari pondasinya. Peristiwa ini bukan hanya menimbulkan kerugian material yang tak sedikit, tetapi juga memicu kemacetan parah dan mengganggu aktivitas warga ibu kota selama berjam-jam.
Kelalaian Sopir dan Kecepatan Tinggi Picu Bencana

Penyelidikan awal internationalmedia.co.id mengungkap bahwa insiden ini berakar pada kelalaian sopir truk crane, Andre (28). Ia mengakui tengah asyik melihat aplikasi peta di ponselnya dan tidak memperhatikan batas ketinggian saat melintas di Jalan Tendean. "Kami fokus lihat Maps, dua kilometer lagi sampai," ujar Andre di lokasi kejadian. Ia juga mengaku baru pertama kali melewati jalur tersebut, sehingga tidak familiar dengan kondisi jalan dan ketentuan ketinggian kendaraan.
Kesaksian dari Agung (48), pemilik warung yang buka 24 jam di sekitar lokasi, menguatkan dugaan kelalaian ini. Agung menuturkan, truk tersebut melaju dengan kecepatan tinggi, tidak seperti kendaraan alat berat pada umumnya yang biasanya bergerak perlahan. "Mobil itu kenceng. Biasanya alat berat kan pelan. Makanya kaget," kata Agung. Suara tabrakan yang keras bahkan membuat penghuni hotel Terraz Tree dan kos di sekitar lokasi berhamburan keluar karena terkejut dan panik.
Jakarta Lumpuh Akibat Kemacetan Meluas
Insiden JPO Tendean segera memicu kekacauan lalu lintas di Jakarta Selatan dan sekitarnya. Penutupan dan pengalihan arus selama proses evakuasi serta pembongkaran JPO menyebabkan kemacetan parah yang berlangsung dari pagi hingga malam hari, terutama saat jam sibuk atau rush hour.
Pantauan internationalmedia.co.id menunjukkan antrean kendaraan mengular di berbagai titik, mulai dari Jalan Gunawarman, Senopati, Suryo, hingga persimpangan Jalan Wolter Monginsidi. Petugas bahkan harus menutup Jalan Wolter Monginsidi yang mengarah ke Jalan Tendean dan Pancoran. Akses dari Jalan Gatot Subroto menuju Mampang Prapatan juga dialihkan di perempatan Kuningan, memaksa pengendara memutar balik melalui Jalan HR Rasuna Said. Kemacetan juga merembet ke Simpang Kuningan, Simpang Susun Semanggi, Jalan Pasar Minggu, kawasan SCBD, dan Jalan Jenderal Sudirman, melumpuhkan sebagian besar aktivitas warga ibu kota.
JPO Akan Dibangun Ulang, Kerugian Capai Miliaran
Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta memastikan JPO Tendean akan dibangun kembali setelah proses pembongkaran dan penyusunan kajian teknis selesai. Namun, Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menjelaskan bahwa proses ini memerlukan kajian teknis mendalam sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga jadwal pembangunan ulang belum dapat dipastikan.
Kerugian material akibat insiden ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Selain kerusakan aset pemerintah, peristiwa ini juga menimbulkan kerugian sosial yang signifikan karena JPO tidak lagi dapat digunakan, mengganggu mobilitas masyarakat. Hingga kini, belum ada kesepakatan mengenai mekanisme ganti rugi dari perusahaan pemilik truk pengangkut alat borepile. Sopir truk sendiri telah diamankan oleh pihak berwenang dan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Dinas Bina Marga turut mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan berdimensi besar maupun pengangkut alat berat, agar selalu mematuhi ketentuan batas tinggi kendaraan dan memperhatikan rambu lalu lintas guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
