Sebuah video pernikahan di Desa Gandasoli, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mendadak viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat dua wanita mendampingi seorang mempelai pria di pelaminan, menciptakan pemandangan yang tak lazim dan mengundang rasa penasaran publik. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa momen ini adalah prosesi pernikahan kedua bagi Kiai Dede Nadif Ar-Rasyid (40), Pimpinan Pondok Pesantren Roudlotul Ummah. Yang menarik perhatian publik adalah kehadiran istri pertamanya, Wida (34), yang justru menjadi pengawal utama dalam pernikahan sang suami dengan istri keduanya.
Fenomena langka ini dikonfirmasi oleh Solehudin, salah satu pengurus Pondok Pesantren Roudlotul Ummah. Menurutnya, Wida, ibu dari enam anak, memang secara sukarela memfasilitasi dan bahkan merencanakan pernikahan kedua suaminya ini sejak tiga tahun lalu. "Itu rencananya sudah tiga tahun yang lalu. Awalnya ditanggapi dingin oleh suaminya. Nah, kemudian istri yang pertama itu ingin memberikan kejutan gitu dengan mencarikan istri," ujar Solehudin, baru-baru ini, seperti dikutip internationalmedia.co.id.

Solehudin menjelaskan, selama kurun waktu tiga tahun tersebut, Wida tak henti berupaya mencari sosok wanita yang dinilai tepat untuk mendampingi suaminya. Pencarian itu bahkan membawanya ke berbagai pesantren di Tasikmalaya, Ciamis, hingga Cikijing, daerah asal Wida. "Istri pertama sudah mencari sampai ke pesantren yang di Tasik, Ciamis sampai ke Cikijing. Kan asli Cikijing istrinya pertamanya tuh. Cuman enggak dapat. Pernah juga hampir mau dipertemukan sama pimpinan pesantren. Tapi kalau nggak salah malah lagi pengabdian di luar kota. Jadi nggak dapat," tambahnya.
Setelah pencarian panjang, akhirnya Wida menemukan calon yang sesuai. Sosok tersebut adalah Syifa Sri Wahyuni (20), seorang santri sekaligus alumni pondok pesantren yang dipimpin Kiai Dede Nadif Ar-Rasyid, dan juga warga Desa Gandasoli. "Akhirnya ditemukanlah dengan santri aja yang sudah lulus. Warga Desa Gandasoli. Itu juga salah satu putri ini jemaah pengajian di sini, usianya itu 20 tahun. Namanya Syifa Sri Wahyuni," pungkas Solehudin. Kisah unik ini sontak menjadi perbincangan hangat di media sosial, menyoroti kerelaan dan inisiatif istri pertama dalam sebuah pernikahan poligami yang tak biasa.
