Serangan Israel di Doha yang menargetkan pemimpin Hamas memicu kontroversi di Dewan Keamanan PBB. Internationalmedia.co.id melaporkan, Dutabesar Pakistan untuk PBB, Asim Iftikhar Ahmad, secara tegas mengecam tindakan Israel yang dinilai sebagai pelanggaran hukum internasional. Dalam sidang khusus DK PBB pada Kamis (11/9), Ahmad menyebut Israel sebagai agresor yang berpura-pura menjadi korban.
Ahmad dengan lantang menyatakan ketidakpercayaan terhadap klaim Israel. Ia menyebut tindakan Israel sebagai "tidak dapat diterima, bahkan menggelikan," mengingat rekam jejak Tel Aviv sebagai pelanggar hukum internasional. Ia juga menyoroti sikap Israel yang dinilai arogan dan mengabaikan kritik internasional, bahkan dari sekutunya sendiri. Lebih jauh, Ahmad menuduh Israel bertindak dengan impunitas, terlindungi oleh para pendukungnya yang menutup mata terhadap pelanggaran hukum yang dilakukan. Ia membandingkan Israel dengan penjajah lain yang kerap memainkan peran sebagai korban, meskipun sebenarnya mereka adalah agresor.

Pernyataan Ahmad ini merupakan respons atas pernyataan Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, yang membandingkan serangan di Doha dengan operasi AS yang menewaskan Osama bin Laden di Pakistan. Danon, dalam forum DK PBB, mempertanyakan mengapa penargetan teroris di wilayah asing menjadi masalah. Namun, Ahmad membantah analogi tersebut, menekankan perbedaan mendasar antara kedua peristiwa tersebut.
Serangan Israel di Doha pada Selasa (9/9) telah menimbulkan kecaman internasional. Meskipun Israel mengklaim menargetkan pemimpin Hamas, serangan tersebut juga menewaskan warga sipil. Sidang DK PBB menghasilkan pernyataan bersama yang mengutuk serangan tersebut dan mendukung kedaulatan Qatar. Yang mengejutkan, bahkan AS, sekutu dekat Israel, mendukung pernyataan bersama ini, sebuah indikasi ketidakpuasan Presiden Donald Trump terhadap tindakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Pernyataan bersama tersebut hanya dapat disetujui melalui konsensus dari seluruh 15 anggota DK PBB, menunjukkan kecaman internasional yang meluas terhadap tindakan Israel.
