Internationalmedia.co.id – Kabar baik bagi warga Gaza! Pemerintah Israel mengumumkan rencana pembukaan perlintasan Rafah, gerbang yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir. Langkah ini akan memungkinkan warga Gaza untuk keluar dari wilayah tersebut menuju Mesir dalam waktu dekat.
Pengumuman ini disampaikan oleh COGAT, badan di bawah Kementerian Pertahanan Israel yang bertanggung jawab atas urusan sipil di wilayah Palestina. "Sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata, perlintasan Rafah akan dibuka dalam beberapa hari mendatang khusus untuk memungkinkan warga keluar dari Jalur Gaza menuju Mesir," demikian pernyataan resmi COGAT.

COGAT menambahkan bahwa operasional perlintasan Rafah akan diawasi oleh Misi Bantuan Perbatasan Uni Eropa, mengikuti mekanisme yang serupa dengan yang diterapkan pada Januari 2025 saat perbatasan dibuka sementara selama gencatan senjata enam minggu.
Dua sumber diplomatik Eropa mengungkapkan bahwa persiapan pembukaan perlintasan untuk pejalan kaki sebenarnya telah dilakukan sejak 14 Oktober setelah pengumuman serupa, namun mengalami penundaan. Pembukaan kembali perlintasan Rafah merupakan bagian dari inisiatif perdamaian yang digagas oleh Presiden AS Donald Trump untuk Jalur Gaza, serta telah lama disuarakan oleh badan-badan PBB dan organisasi kemanusiaan.
Militer Israel mengambil alih kendali sisi Palestina dari perlintasan Rafah pada Mei 2024, dengan alasan bahwa perlintasan tersebut "digunakan untuk tujuan teroris," terkait dugaan perdagangan senjata. Perlintasan ini sempat dibuka kembali selama gencatan senjata pada 19 Januari, awalnya hanya mengizinkan orang untuk keluar dari Jalur Gaza, sebelum akhirnya mengizinkan truk untuk melintas.
Perlintasan Rafah merupakan jalur masuk penting bagi pekerja kemanusiaan dan truk-truk yang membawa bantuan, makanan, dan bahan bakar, yang sangat dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari di wilayah yang kekurangan pasokan listrik. Selama ini, perlintasan tersebut menjadi titik keluar utama bagi warga Palestina dari Jalur Gaza yang diizinkan meninggalkan wilayah yang telah diblokade oleh Israel sejak tahun 2007.
