Internationalmedia.co.id – News – Pemerintah Iran secara tegas menolak usulan gencatan senjata dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Kabar ini dilaporkan oleh media pemerintah Iran pada Senin (6/4) waktu setempat, di tengah ancaman keras dari Presiden AS Donald Trump untuk melumpuhkan infrastruktur vital Teheran.
Kantor berita resmi Iran, IRNA, mengumumkan bahwa Teheran telah menyampaikan tanggapannya kepada Pakistan terkait tawaran Amerika untuk mengakhiri perang. Meskipun isi tawaran AS tidak diungkapkan, IRNA menegaskan bahwa tanggapan Iran – yang dirinci dalam sepuluh poin – secara gamblang menolak gencatan senjata dan bersikeras pada perlunya penghentian konflik secara definitif.

Tuntutan utama Teheran, menurut IRNA, mencakup penghentian total konflik di kawasan, penetapan protokol untuk jalur aman melalui Selat Hormuz, upaya rekonstruksi pasca-perang, dan pencabutan sanksi yang diberlakukan.
Sementara itu, laporan dari The New York Times, mengutip dua pejabat senior Iran yang tidak disebutkan namanya, menambahkan bahwa Teheran juga menuntut jaminan agar tidak menghadapi serangan di masa mendatang. Selain itu, Iran meminta penghentian serangan Israel terhadap sekutunya, kelompok militan Hizbullah di Lebanon selatan.
Berdasarkan rencana Iran yang diungkap New York Times, Teheran bersedia membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran internasional dengan mengenakan biaya sekitar US$2 juta per kapal. Pendapatan dari biaya ini akan dibagi dengan Oman, negara yang berbatasan langsung dengan jalur air strategis tersebut. Bagian pendapatan Iran akan dialokasikan untuk membangun kembali infrastruktur yang rusak akibat serangan AS-Israel, sebagai alternatif dari permintaan ganti rugi langsung.
Presiden AS Donald Trump pada Senin (6/4) sempat menyebut rencana Iran sebagai "proposal yang signifikan". Namun, tak lama kemudian, ia menyatakan bahwa tawaran tersebut "belum cukup baik" untuk diterima.
Pernyataan ini menyusul peringatan keras Trump pada Minggu (5/4) lalu, di mana ia mengancam akan memerintahkan serangan terhadap pembangkit listrik dan jembatan Iran jika Teheran tidak mengizinkan pelayaran bebas melalui Selat Hormuz hingga Selasa (7/4) malam.
Penolakan Iran ini semakin memperumit upaya mediasi yang telah dilakukan oleh beberapa negara untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung lebih dari lima minggu, dipicu oleh serangan AS-Israel terhadap Iran.

