Memar tersebut terlihat di tangan kiri Trump, berbeda dengan sebelumnya yang lebih sering terlihat di tangan kanan. Foto-foto yang beredar luas menunjukkan memar gelap itu muncul saat acara di Davos, memicu perdebatan sengit di kalangan warganet.
Menanggapi spekulasi yang berkembang, Trump dengan cepat membantah adanya masalah kesehatan serius. Ia mengklaim bahwa memar tersebut disebabkan oleh benturan dengan meja. "Saya terbentur meja. Saya mengoleskan sedikit krim," ujarnya kepada wartawan di Air Force One.

Trump juga menyinggung konsumsi aspirin dosis tinggi sebagai faktor yang membuat dirinya rentan memar. "Minumlah aspirin jika Anda menyayangi jantung Anda, tetapi jangan minum aspirin jika Anda tidak ingin mengalami sedikit memar," katanya. Ia menambahkan bahwa meskipun dokter menyarankan untuk berhenti mengonsumsi aspirin karena kondisinya yang sehat, ia tetap memilih untuk melanjutkan demi menjaga kesehatan jantungnya.
Gedung Putih juga memberikan penjelasan serupa, menyatakan bahwa Trump membenturkan tangannya ke sudut meja saat acara Dewan Perdamaian di Davos. Sekretaris Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa insiden tersebut yang menyebabkan memar.
Meskipun demikian, beberapa pihak masih meragukan penjelasan tersebut. Muncul pertanyaan tentang bagaimana memar bisa muncul begitu cepat setelah Trump duduk di meja dan menandatangani dokumen.
Sebelumnya, Trump juga pernah menyalahkan aspirin atas memar di tangannya dan membantah tuduhan bahwa ia tertidur saat pertemuan publik. Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal awal Januari lalu, ia menegaskan bahwa kesehatannya "sempurna" dan merasa frustrasi dengan pengawasan terhadap kondisi kesehatannya.
Kondisi kesehatan Trump memang menjadi sorotan, mengingat usianya yang telah mencapai 79 tahun dan statusnya sebagai orang tertua yang menjabat sebagai presiden AS. Memar yang sering muncul, pergelangan kaki yang tampak bengkak, dan kesulitan membuka mata menjadi perhatian publik.
Terlepas dari penjelasan yang diberikan, spekulasi tentang kesehatan Trump kemungkinan akan terus berlanjut. Publik akan terus mengamati dan mempertanyakan setiap tanda yang mungkin mengindikasikan adanya masalah kesehatan yang lebih serius.
