Hizbullah Geram: Israel Jangan Macam-Macam!
Pernyataan keras ini muncul sebagai respons atas ancaman Israel yang akan meningkatkan operasi militernya di Lebanon. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menuduh Hizbullah kembali mempersenjatai diri, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik.

"Kami menegaskan kembali hak sah kami untuk membela diri melawan musuh yang memaksakan perang terhadap negara kami dan tidak menghentikan serangannya," tegas Hizbullah dalam pernyataan resminya, seperti dilansir Internationalmedia.co.id, Kamis (6/11/2025).
Kelompok yang didukung Iran ini juga menolak mentah-mentah prospek perundingan politik antara pemerintah Lebanon dan Israel, menilai bahwa langkah tersebut "tidak akan melayani kepentingan nasional".
Pernyataan Hizbullah ini disampaikan dalam bentuk surat terbuka yang ditujukan kepada seluruh rakyat Lebanon dan para pemimpinnya. Pemerintah Lebanon sendiri dijadwalkan menggelar perundingan untuk membahas kemajuan upaya perlucutan senjata Hizbullah, satu-satunya kelompok yang menolak menyerahkan senjatanya pasca perang saudara 1975-1990.
Meskipun berkomitmen pada gencatan senjata yang dicapai dengan Israel tahun lalu, Hizbullah menyoroti bahwa Israel masih mempertahankan pasukannya di lima wilayah Lebanon selatan dan terus melancarkan serangan rutin. Serangan Israel bahkan meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan dalih menargetkan posisi Hizbullah.
