Internationalmedia.co.id – News – Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, yang akrab disapa Ibas, kembali menegaskan komitmen negara dalam memastikan setiap warganya memiliki hunian yang layak. Ia menyebut Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah untuk mewujudkan rumah yang bukan sekadar tempat berlindung, melainkan fondasi utama bagi terciptanya keluarga yang sehat, produktif, dan sejahtera.
Pernyataan penting ini disampaikan Ibas saat meninjau langsung pelaksanaan Program BSPS di Desa Mendolo Kidul, Kabupaten Pacitan. Kunjungan tersebut juga diisi dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertajuk ‘Satu Rasa Satu Bangsa: Rumah Layak, Keluarga Sehat dan Desa Sejahtera’. Dalam kesempatan itu, wakil rakyat dari Dapil Jawa Timur VII ini menyempatkan diri melihat kondisi rumah salah satu penerima manfaat, Ibu Susi, yang kini telah jauh lebih baik dan nyaman untuk ditempati.

"Tadi saya berkunjung ke rumah Ibu Susi yang menerima bantuan BSPS. Alhamdulillah sekarang rumahnya jauh lebih layak, lebih nyaman, dan tentunya dapat menunjang aktivitas keluarga agar semakin produktif," ujar Ibas, seperti dikutip internationalmedia.co.id. Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini menambahkan bahwa rumah yang layak adalah kebutuhan dasar yang esensial untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ibas juga menyampaikan apresiasi mendalam atas keberlanjutan Program BSPS yang telah dirasakan manfaatnya selama bertahun-tahun, bahkan sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus menjaga keberlanjutan Program BSPS. Semoga semakin banyak keluarga Indonesia yang dapat merasakan manfaatnya," harapnya, menekankan pentingnya perjuangan berkelanjutan untuk aspirasi perbaikan rumah di desa-desa.
Menurut lulusan S3 IPB University tersebut, menghadirkan hunian yang aman dan layak merupakan bagian integral dalam meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperkuat kesejahteraan keluarga. Ia mengungkapkan, masih banyak rumah masyarakat di pedesaan yang membutuhkan perbaikan, dan aspirasi ini akan terus diperjuangkan agar semakin banyak warga menikmati manfaat BSPS.
Lebih lanjut, Ibas menegaskan bahwa pembangunan rumah layak bukan hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga membangun ketenteraman keluarga sebagai pondasi kehidupan berbangsa. Ia mengutip petuah Jawa yang berbunyi, ‘Rukun ing omah, tentrem ing urip’ (rukun di rumah, tenteram dalam hidup) dan ‘Kulawarga ayem, negara tentrem’ (keluarga yang tenang, negara pun tenteram). Oleh karena itu, menghadirkan rumah yang layak berarti ikut membangun keluarga yang harmonis, masyarakat yang kuat, dan bangsa yang semakin maju. Ibas juga mengingatkan agar tidak boleh lagi ada masyarakat yang tinggal di rumah dengan atap bocor, dinding rapuh, atau lantai tanah.
Meskipun nilai bantuan BSPS sebesar Rp20 juta mungkin terlihat tidak besar, Ibas menekankan bahwa dampak positifnya sangat signifikan bagi keluarga penerima. Keberhasilan program ini, lanjutnya, tak lepas dari semangat gotong royong yang terjalin antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menyelesaikan pembangunan. "Keberhasilan pembangunan hanya dapat terwujud apabila kita bergotong royong dan saling mendukung," tutup Ibas.
Di sisi lain, Ibu Susi, penerima manfaat BSPS, mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam. Selama ini ia tinggal bersama ketiga anaknya, dan sebelum direnovasi, rumahnya sering mengalami kebocoran. "Alhamdulillah sekarang rumah kami sudah tidak bocor lagi, lebih kokoh, dan jauh lebih nyaman untuk ditempati bersama anak-anak. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih karena bantuan ini benar-benar membantu keluarga kami," ujarnya.
Kepala Desa Mendolo Kidul, Suyono, turut menyampaikan terima kasih kepada Ibas atas berbagai program yang telah diperjuangkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa. Selain BSPS, masyarakat juga merasakan manfaat Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta berbagai program lainnya yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan warga.
Kegiatan ini dihadiri pula oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Camat Punung Pudji Haryono, serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Pacitan seperti Baginda Rahardian Pratama, Pujo Osetyo, Suhar, dan Willy Rizky Cahaya. Turut hadir pula tokoh masyarakat dan warga Desa Mendolo Kidul yang antusias mengikuti sosialisasi dan dialog bersama Ibas, menunjukkan sinergi antara berbagai elemen dalam mendukung pembangunan daerah.
