Internationalmedia.co.id – News – Kota Bogor dilanda bencana alam minor pada Selasa sore, 22 September 2026, ketika hujan deras disertai angin kencang menyebabkan tiga pohon besar tumbang di berbagai lokasi. Insiden ini sempat mengganggu aktivitas warga dan merusak fasilitas umum, namun beruntungnya tidak menimbulkan korban jiwa.
Salah satu titik terparah terjadi di kawasan Sempur, di mana sebatang pohon karet setinggi sekitar 8 meter dengan diameter 30 sentimeter roboh. Pohon raksasa ini menimpa pagar SMPN 20 dan menutup sebagian akses jalan, seperti yang disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadi Sasongko, kepada internationalmedia.co.id.

Dimas menjelaskan, kejadian nahas ini berlangsung sekitar pukul 17.45 WIB, saat Kota Bogor sedang diguyur hujan lebat dan diterpa angin kencang. Pohon tumbang tersebut sempat menghambat jalur warga yang hendak menuju sekolah. "Kejadian ini murni karena hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut," tegas Dimas.
Beruntungnya, tim gabungan dari BPBD segera melakukan asesmen dan pemangkasan. "Saat ini asesmen dan pemangkasan pohon tumbang sudah selesai dilakukan. Jalan sudah dapat dilalui oleh warga," imbuhnya, memastikan akses kembali normal.
Tak hanya di Sempur, dua insiden pohon tumbang lainnya juga dilaporkan. Di Jalan Pandu, Kecamatan Bogor Utara, sebuah pohon tumbang sempat menutup sebagian badan jalan umum. Sementara itu, di Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat, pohon jenis asem Jawa yang sudah rapuh, dengan tinggi sekitar 8 meter dan diameter 30 cm, tumbang di halaman Puskesmas Pembantu Cilendek Timur.
Dimas Tiko menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat serangkaian insiden ini. "Sampai saat ini tidak ada laporan adanya korban dari kejadian pohon tumbang," ujarnya. Seluruh titik pohon tumbang telah ditangani oleh tim BPBD yang dibantu oleh Damkar, TNI, Kepolisian, dan para relawan, memastikan keamanan dan kelancaran kembali di Kota Bogor.
