Internationalmedia.co.id – News – Kementerian Sosial (Kemensos) berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan menyabet tiga penghargaan sekaligus dalam ajang Iprahumas Award 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Pranata Humas Indonesia (Iprahumas). Pencapaian ini menegaskan komitmen Kemensos dalam mengelola komunikasi publik yang efektif dan relevan di era digital.
Tiga kategori prestisius yang berhasil diraih Kemensos adalah Institusi Pemerintah dengan Aktivitas Media Sosial Produktif, yang mengapresiasi konten-konten inovatif; Institusi Pemerintah dengan Aktivitas Performa Media Sosial, yang menyoroti efektivitas interaksi dan jangkauan; serta Institusi Pemerintah dengan Aktivitas Resonansi Program Prioritas, yang mengakui keberhasilan dalam menyuarakan agenda-agenda utama pemerintah kepada masyarakat luas.

Pengakuan ini bukan sekadar simbol, melainkan cerminan dari strategi komunikasi Kemensos yang terarah, menjadikan media sosial sebagai jembatan vital untuk menjangkau publik dan memperkuat pemahaman terhadap program-program prioritas. Keberhasilan ini, menurut sumber internal, merupakan buah dari kolaborasi solid antara tim komunikasi di tingkat kementerian, unit kerja, hingga pelaksana di lapangan.
Marroli J. Indarto, Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), menyoroti pentingnya peran humas pemerintah sebagai "orkestrator komunikasi." Ia menekankan bahwa humas harus terlibat sejak perumusan kebijakan, bukan hanya saat pengumuman. "Di tengah kompleksitas ruang digital, strategi komunikasi yang tepat dan proporsional adalah kunci agar pesan kita sampai ke sasaran," ujar Marroli dalam keterangan resminya pada Kamis (24/9/2026).
Dalam upaya mengoptimalkan media sosial, Kemensos secara konsisten menyajikan informasi mendalam mengenai program-program rehabilitasi, perlindungan, dan pemberdayaan sosial. Ini mencakup inisiatif prioritas seperti Sekolah Rakyat, bantuan sosial, DTSEN, layanan sosial, hingga kisah-kisah inspiratif dari para penerima manfaat. Konten disajikan dalam beragam format, mulai dari video singkat yang menarik, infografis informatif, hingga cerita human interest yang menyentuh, seperti narasi program Sekolah Rakyat yang disajikan melalui pengalaman langsung siswa.
Marroli menambahkan, pendekatan pengemasan informasi yang demikian memungkinkan masyarakat untuk tidak hanya melihat implementasi program secara langsung, tetapi juga memahami esensi dan manfaatnya melalui narasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Ia juga menegaskan bahwa penguatan komunikasi publik adalah keniscayaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan pergeseran cara masyarakat mencari informasi. Media sosial, lanjutnya, bukan lagi sekadar saluran satu arah untuk menyebarkan informasi, melainkan platform interaktif bagi pemerintah untuk menangkap respons publik, menjelaskan kebijakan secara transparan, dan membangun kedekatan emosional dengan warga.
Ajang penganugerahan ini merupakan bagian integral dari Konvensi Humas Pemerintah (KHP) 2026, yang berlangsung di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta, pada Selasa (22/9/2026). Mengusung tema "Transformasi Humas Pemerintah: Bersinergi dan Berdampak dalam Komunikasi Publik Indonesia" dengan subtema "Strategi Komunikasi sebagai Fondasi Humas Pemerintah yang Berdampak," KHP 2026 diisi dengan serangkaian kegiatan edukatif seperti konferensi pers, sesi pleno, dan talkshow yang mendalami berbagai strategi komunikasi kehumasan pemerintah.
