Internationalmedia.co.id – News – Tumpukan sampah yang menggunung dan bau busuk menyengat menjadi pemandangan sehari-hari yang meresahkan warga RT 02 RW 008 Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sebuah lokasi pembuangan sampah tak resmi di sekitar Stasiun Pasar Minggu, yang seharusnya hanya diperuntukkan bagi warga setempat, kini justru menjadi magnet bagi pembuang sampah dari berbagai wilayah lain, memicu keluhan dan frustrasi yang mendalam.
Ketua RT 02, Titin, mengungkapkan bahwa lokasi tersebut sejatinya dialokasikan khusus untuk warga RW 08. Namun, realitas di lapangan jauh berbeda. "Yang buang sampah dari mana-mana, dari Condet, Kampung Jawa, RW 7, RW 6 bahkan ke situ juga," ujarnya saat ditemui di kediamannya, baru-baru ini. Fenomena ini membuat volume sampah tak terkendali, meluber hingga ke badan jalan.

Titin mengaku sudah berulang kali menyampaikan keluhan kepada Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta. Pihak LH pun telah merespons dengan sigap, mengerahkan truk pengangkut sampah setiap hari dan bahkan alat berat seperti beko untuk membersihkan area tersebut. Namun, upaya ini seolah tak pernah membuahkan hasil permanen.
Ia menggambarkan situasi ini dengan nada putus asa. "Kami sudah seperti menyerah saja. Truk dan beko pergi, tapi yang buang sampah di situ nonstop 24 jam. Terus bagaimana kami bisa mengatasi ini?" keluhnya, menunjukkan betapa tak berdayanya mereka menghadapi kebiasaan buang sampah sembarangan yang tak kunjung berhenti.
Tumpukan sampah tersebut berada persis di pinggir jalan arteri Tanjung Barat, hanya berjarak sekitar 30-50 meter dari permukiman warga. Kondisi ini sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan penduduk sekitar. "Sangat terganggu. Dulu sedikit, sekarang makin banyak dan jalanan jadi makin sempit. Kami butuh solusi nyata," tegas Titin, menyoroti dampak langsung pada akses jalan dan kualitas hidup.
Meskipun pengangkutan sampah dilakukan secara rutin setiap pagi oleh truk dinas, hal itu tidak cukup. "Truknya cuma sekali mengangkutnya tiap pagi. Siang sudah numpuk lagi sampai malam, sampai besoknya lagi baru ketemu truk lagi," jelas Titin, menggambarkan siklus tak berujung antara pengangkutan dan penumpukan sampah yang terus berulang. Warga berharap ada tindakan lebih tegas dan solusi jangka panjang dari pemerintah daerah untuk mengatasi masalah sampah yang tak berkesudahan ini.
