Internationalmedia.co.id – Negosiator utama Hamas, Khalil El-Hayya, membuat pernyataan mengejutkan di tengah perundingan tidak langsung dengan Israel di Mesir. Kelompok tersebut secara terbuka meminta jaminan langsung dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, serta negara-negara sponsor, bahwa perang di Gaza "akan berakhir untuk selamanya".
Permintaan ini muncul di tengah ketidakpercayaan Hamas terhadap Israel. "Kami tidak mempercayai pendudukan, bahkan sedetik pun," tegas El-Hayya kepada Al-Qahera News, media pemerintah Mesir. Ia menuduh Israel telah melanggar dua gencatan senjata sebelumnya dalam konflik yang sedang berlangsung. "Pendudukan Israel sepanjang sejarah tidak menepati janjinya, dan kami telah mengalaminya dua kali dalam perang ini. Oleh karena itu, kami menginginkan jaminan yang nyata," imbuhnya.

Selain jaminan penghentian perang total, Hamas juga menuntut pembebasan tokoh penting Palestina, Marwan Barghouti, dari penjara Israel. Pembebasan ini menjadi bagian dari negosiasi pertukaran sandera-tahanan yang sedang berlangsung.
Menurut Al-Qahera News, yang memiliki kedekatan dengan dinas intelijen Mesir, perundingan intensif telah dimulai di Sharm El-Sheikh, Mesir. Fokus utama adalah membahas daftar narapidana Palestina yang akan dibebaskan oleh Israel sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata. Selain Barghouti, nama-nama lain seperti Ahmad Saadat, Hassan Salameh, dan Abbas Al-Sayed juga masuk dalam daftar yang diajukan Hamas.
Perundingan tidak langsung yang difasilitasi oleh rencana 20 poin yang diusulkan Trump ini bertujuan untuk mengamankan gencatan senjata di Gaza. Rencana tersebut mencakup pembebasan sandera yang ditawan oleh Hamas dan kelompok militan Palestina lainnya sejak serangan 7 Oktober 2023 yang memicu perang Gaza.
Sebagai imbalan atas pembebasan sandera, Israel diperkirakan akan membebaskan 250 tahanan Palestina dengan hukuman penjara seumur hidup, serta lebih dari 1.700 tahanan dari Gaza yang ditangkap selama perang. Rencana perdamaian yang diusulkan Trump juga mencakup penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Jalur Gaza dan perlucutan senjata Hamas.
Pada hari Minggu sebelumnya, Hamas menyatakan kesiapannya untuk mencapai kesepakatan yang mengakhiri perang di Gaza dan segera melakukan pertukaran sandera dan tahanan dengan Israel.
