Internationalmedia.co.id – Kelompok Hamas dikabarkan mengajukan tuntutan krusial dalam negosiasi pertukaran tahanan yang tengah berlangsung. Salah satu syarat utama yang diajukan adalah pembebasan tokoh senior Fatah, Marwan Barghouti, dari penjara Israel.
Dilansir dari Al-Qahera News, media Mesir yang memiliki kedekatan dengan intelijen negara tersebut, perundingan intensif telah dimulai di Sharm El-Sheikh, Mesir. Fokus utama pembicaraan adalah daftar nama tahanan Palestina yang diharapkan dapat dibebaskan oleh Israel sebagai bagian dari potensi kesepakatan gencatan senjata.

Selain Barghouti, nama-nama lain seperti Ahmad Saadat, Hassan Salameh, dan Abbas Al-Sayed juga disebut-sebut masuk dalam daftar yang diajukan Hamas. Perundingan tidak langsung ini merupakan bagian dari rencana 20 poin yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump dengan tujuan mengamankan gencatan senjata di Gaza.
Rencana tersebut mencakup pembebasan sandera yang ditawan oleh Hamas dan kelompok militan Palestina lainnya sejak serangan 7 Oktober 2023 yang memicu konflik berkepanjangan di Gaza. Sebagai imbalan, Israel diperkirakan akan membebaskan sejumlah besar tahanan Palestina, termasuk mereka yang menjalani hukuman seumur hidup dan tahanan asal Gaza yang ditangkap selama perang.
Lebih lanjut, rencana tersebut juga mencakup penarikan bertahap pasukan Israel dari Jalur Gaza dan pelucutan senjata Hamas. Sebelumnya, Hamas telah menyatakan kesiapannya untuk mencapai kesepakatan yang dapat mengakhiri perang dan segera melakukan pertukaran sandera dan tahanan dengan Israel. Perkembangan ini menjadi titik terang dalam upaya meredakan ketegangan dan mencapai perdamaian di wilayah tersebut.
