Berita mengejutkan datang dari Chile. Internationalmedia.co.id melaporkan bahwa gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 8,8 yang mengguncang Kamchatka, Rusia, memicu gelombang evakuasi besar-besaran di negara Amerika Selatan tersebut. Bukan hanya warga sipil, namun juga para tahanan di lima penjara di Chile turut dievakuasi.
Keputusan evakuasi ini disampaikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Chile, Álvaro Elizalde. Ia menjelaskan bahwa kelima penjara yang dievakuasi berlokasi di dataran rendah, sehingga rawan terhadap ancaman tsunami. Para narapidana dipindahkan ke fasilitas penjara lain yang lebih aman, dengan tetap menerapkan protokol keamanan ketat. Elizalde enggan merinci lokasi penjara yang dievakuasi, dengan alasan keamanan.

Tak hanya penjara, evakuasi juga dilakukan di sepanjang pantai tujuh wilayah di utara Chile. Suara sirene bergema keras di kota pelabuhan Iquique, mengingatkan warga akan bahaya tsunami. Badan Tanggap Bencana Nasional Chili (SENAPRED) bahkan menetapkan status ‘red alert’ atau darurat di seluruh pantai negara, termasuk wilayah Antartika.
Gempa dahsyat di Rusia ini memang memicu peringatan tsunami di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Filipina, dan Indonesia. Di Rusia sendiri, kota Severo-Kurilsk mengalami kerusakan akibat gempa dan tsunami, meskipun otoritas setempat menyatakan warga telah dievakuasi dan peringatan tsunami telah dicabut. Sampai saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat bencana tersebut. Namun, evakuasi massal di Chile menjadi bukti nyata betapa dahsyatnya dampak gempa Rusia tersebut.
