Warga di Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, baru-baru ini dihebohkan oleh penemuan tak terduga. Sebuah tengkorak dan beberapa tulang yang diduga kuat milik manusia ditemukan berserakan di area kebun. Kejadian ini sontak memicu penyelidikan intensif dari pihak kepolisian setempat. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Kapolsek Bantarkalong, Iptu Agus Kasdili, membenarkan insiden yang terjadi di Blok Kebun Parunglutung, Kampung Kebonkai, Desa Parakanhonje, Kecamatan Bantarkalong.
Penemuan mengejutkan ini bermula pada Kamis (24/9) ketika seorang warga bernama Hendri Sapari sedang beraktivitas di kebunnya. Hendri, yang kala itu tengah mencari sarang lebah madu, tak sengaja menemukan sebuah objek mencurigakan. Objek tersebut, yang kemudian diidentifikasi sebagai tengkorak kepala manusia, tergeletak begitu saja di permukaan tanah kebun.

Keesokan harinya, Jumat (25/9), Hendri membagikan kisahnya kepada tetangga. Rasa penasaran dan kekhawatiran mendorong warga untuk bersama-sama kembali ke lokasi setelah menunaikan salat Jumat. Dalam penyisiran lebih lanjut di area sekitar penemuan tengkorak, mereka kembali menemukan sejumlah tulang belulang. Di antaranya, teridentifikasi dua tulang kaki, dua tulang pinggul, dan satu tulang ekor, menambah daftar temuan misterius tersebut. Tanpa menunda, warga segera melaporkan kejadian ini kepada Polsek Bantarkalong.
Menanggapi laporan yang masuk, Iptu Agus Kasdili beserta jajaran anggotanya segera meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Untuk penanganan yang lebih komprehensif, kepolisian juga berkoordinasi dengan piket siaga Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya serta Tim Identifikasi dan Olah TKP (Inafis) guna melakukan pemeriksaan mendalam di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus penemuan ini. Seluruh tulang belulang yang diduga kuat berasal dari manusia telah diamankan sebagai barang bukti. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengungkap identitas korban serta penyebab pasti kematiannya. "Kami masih dalami, untuk kepastiannya menunggu hasil pemeriksaan dari Inafis," tegas Iptu Agus, menggarisbawahi pentingnya hasil forensik dalam mengungkap misteri ini.
