Internationalmedia.co.id – News – Jalur Gaza kembali dilanda ketegangan hebat setelah serangan udara Israel pada Senin (6/4) waktu setempat. Insiden tragis ini terjadi di tengah berlangsungnya gencatan senjata yang rapuh, menewaskan sedikitnya 10 individu di dekat sebuah sekolah yang menjadi tempat perlindungan bagi para pengungsi Palestina. Beberapa lainnya dilaporkan terluka, memperkeruh situasi damai yang didukung Amerika Serikat, sekutu dekat Israel.
Menurut laporan petugas medis dan warga setempat yang dihimpun internationalmedia.co.id dari Reuters, insiden mematikan ini didahului oleh bentrokan sengit. Pertempuran pecah antara penduduk Palestina dan kelompok milisi yang disebut-sebut didukung Israel di sebelah timur kamp pengungsi Maghazi, Gaza tengah. Milisi tersebut dilaporkan mencoba menyerbu sekolah pengungsian, diduga dengan tujuan melakukan penculikan.

Di tengah kekacauan bentrokan, drone-drone Israel kemudian melancarkan serangan udara, menembakkan dua rudal ke wilayah tersebut. Rudal-rudal itu menghantam area padat penduduk yang mayoritas dihuni oleh pengungsi Palestina. Akibat gempuran ini, setidaknya 10 nyawa melayang dan sejumlah lainnya menderita luka-luka. Belum ada konfirmasi pasti mengenai jumlah korban sipil dalam insiden tragis ini.
Ahmed al-Maghazi, salah seorang saksi mata, menuturkan kepada Reuters bahwa area tempat tinggal mereka diserang oleh milisi pro-Israel yang beroperasi di perbatasan Jalur Gaza. "Warga berupaya keras mempertahankan rumah-rumah mereka, namun pasukan pendudukan justru langsung menjadikan mereka target," ungkap Al-Maghazi, menggambarkan kengerian yang terjadi.
Sementara itu, seorang pemimpin milisi yang didukung Israel mengklaim melalui pesan video pada Senin (6/4) bahwa mereka berhasil menewaskan lima anggota Hamas. Klaim ini, bagaimanapun, belum dapat diverifikasi secara independen oleh Reuters. Di sisi lain, kelompok Hamas sendiri belum memberikan tanggapan resmi, namun mereka secara konsisten melabeli kelompok-kelompok yang beroperasi di wilayah Gaza yang dikuasai Israel sebagai "kolaborator Israel."
Rentetan kekerasan pada hari Senin (6/4) tidak berhenti di sana. Dalam insiden terpisah, satu warga Palestina tewas dan seorang anak terluka ketika serangan udara Israel menghantam sebuah sepeda motor di Gaza City. Tak lama berselang, petugas medis Gaza juga melaporkan kematian seorang warga Palestina lainnya akibat tembakan pasukan militer Israel yang menargetkan sebuah kendaraan di Jalur Gaza bagian tengah. Dengan demikian, jumlah total korban tewas akibat serangkaian serangan Israel sepanjang hari Senin mencapai sedikitnya 12 orang. Hingga berita ini diturunkan, militer Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden-insiden tersebut.

