Internationalmedia.co.id – News, Jakarta – Sebuah insiden mengejutkan baru-baru ini mengguncang area Stasiun LRT Pancoran, Jakarta Selatan. Sesosok mayat pria ditemukan di dalam gardu listrik stasiun, namun penemuan ini didahului oleh laporan warga tentang adanya tumpahan darah misterius di lokasi yang sama.
Kejadian bermula ketika Bapak Waluyo, seorang warga, mendatangi Damkar Sektor VIII Kecamatan Pancoran untuk melaporkan adanya ceceran darah di area panel gardu listrik. "Bapak Waluyo mendatangi Damkar Sektor VIII Kecamatan Pancoran untuk menginformasikan adanya tumpahan darah di panel (yang diduga mayat)," terang Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, kepada internationalmedia.co.id. Laporan tersebut diterima pada Rabu (2/9/2026).

Menindaklanjuti informasi krusial tersebut, petugas segera bergerak menuju lokasi kejadian. Proses evakuasi mayat dari dalam gardu listrik berlangsung cukup lama, memakan waktu hampir dua jam. Penanganan dimulai pukul 19.09 WIB dan berhasil diselesaikan pada pukul 20.50 WIB. "Objek satu orang korban, berhasil mengevakuasi korban," tambah Asril.
Hingga saat ini, identitas korban masih menjadi misteri. Kapolsek Pancoran Kompol Suminto menyatakan bahwa mayat tersebut adalah seorang pria yang tidak memiliki kartu identitas apapun di tubuhnya. "Di tubuhnya tidak ditemukan KTP maupun identitas tidak ada. Jadi Mr X," jelas Kompol Suminto kepada wartawan di lokasi, Selasa (1/9).
Dugaan awal penyelidikan mengarah pada motif pencurian kabel. Kompol Suminto menjelaskan bahwa korban diduga kuat hendak mengambil kabel di dalam gardu listrik tersebut. Indikasi ini diperkuat dengan penemuan perkakas yang dibawa korban saat kejadian. "Ya, diduga Mr X mau mengambil kabel di gardu listrik tersebut," ucapnya.
Lebih lanjut, Kompol Suminto menerangkan kronologi masuknya korban ke dalam gardu. Korban diduga masuk dari bagian bawah, kemudian naik ke lantai dua di dalam gardu tersebut. Ia membawa kantong plastik yang berisi gergaji dan topi. Diduga kuat, korban tersengat listrik bertegangan tinggi saat melancarkan aksinya, yang berujung pada kematiannya di lokasi kejadian. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap lebih detail kasus ini.
