Internationalmedia.co.id – News – Situasi di Kabupaten Sukabumi mendadak memanas setelah sebuah upaya mediasi yang seharusnya meredakan ketegangan justru berujung pada bentrokan berdarah antara dua kelompok organisasi kemasyarakatan (ormas). Insiden yang melibatkan aksi saling bacok ini mengakibatkan lima orang diamankan pihak kepolisian.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut awalnya direncanakan untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Namun, alih-alih menemukan titik terang, adu mulut tak terhindarkan dan dengan cepat berubah menjadi aksi kekerasan fisik menggunakan senjata tajam, seperti yang dilansir oleh internationalmedia.co.id.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Selasa, 22 September 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Akar permasalahan diketahui bermula beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada Sabtu, 19 September 2026, sekitar pukul 15.00 WIB, ketika seorang pria berinisial R dihentikan oleh A alias J di pangkalan ojek PT Pratama.
Menyusul insiden tersebut, pihak lain berinisial H berinisiatif menghubungi R untuk mengadakan pertemuan guna mencari solusi. Keduanya sepakat bertemu pada Selasa sore di kawasan Sukalarang, lokasi yang kemudian menjadi saksi bisu pecahnya bentrokan. R datang bersama rombongannya yang terdiri dari DN (28), NS (30), RA (31), dan AA (23), serta beberapa rekan lainnya. Sementara itu, kubu seberang dipimpin oleh HM alias H (29) beserta rekan-rekannya.
Pertemuan yang diharapkan menjadi forum damai itu justru memanas. Ketidaksepakatan memicu adu mulut yang tak terkendali, dan situasi dengan cepat merosot menjadi kekerasan. Dalam puncak ketegangan, salah satu korban berinisial N (30) diduga melakukan pembacokan terhadap H (29). Reaksi tak terduga ini memicu amarah kubu HM alias H, yang kemudian melakukan perlawanan balik secara brutal.
Akibat aksi saling serang tersebut, beberapa individu mengalami luka-luka. Kasi Humas Polres Sukabumi Kota mengonfirmasi bahwa korban atau pelapor menderita luka akibat sabetan senjata tajam, diduga jenis golok. Hingga kini, lima orang yang terlibat dalam insiden ini, baik dari pihak pelaku maupun korban, telah diamankan oleh aparat kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
