Internationalmedia.co.id melaporkan, Presiden Ekuador, Daniel Noboa, mendeklarasikan status darurat di tujuh provinsi menyusul gelombang protes besar-besaran terkait penghapusan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Keputusan kontroversial yang diambil Noboa pekan lalu ini telah memicu lonjakan harga BBM hingga dua kali lipat, memukul keras warga, terutama di kalangan masyarakat miskin yang mencapai sepertiga populasi.
Harga diesel yang sebelumnya US$ 1,80 per galon (sekitar Rp 29.000), kini meroket menjadi US$ 2,80 per galon (sekitar Rp 46.000). Kenaikan ini memicu kemarahan publik dan berujung pada aksi demonstrasi yang semakin meluas. Jalan raya Pan-American North di luar Quito diblokir oleh demonstran, sementara aksi serupa juga terjadi di beberapa ruas jalan lainnya. Mahasiswa dan serikat pekerja, termasuk Front Pekerja Bersatu (FUT), telah merencanakan aksi unjuk rasa lebih besar lagi dalam waktu dekat.

Noboa, yang terpilih kembali pada April lalu, berdalih penghapusan subsidi ini bertujuan untuk menghemat anggaran negara sebesar US$ 1,1 miliar (Rp 18 triliun) yang akan dialokasikan untuk program bantuan sosial dan sektor pertanian. Namun, argumen ini tak mampu meredam amarah rakyat. Status darurat yang diberlakukan selama 60 hari ini memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk membubarkan demonstrasi dan mengerahkan militer. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi pelanggaran HAM.
Pemerintah Ekuador menyatakan pemblokiran jalan telah mengganggu rantai pasokan pangan dan aktivitas ekonomi. Dekrit darurat menangguhkan hak berkumpul, langkah yang dinilai kontroversial mengingat sejarah panjang protes di Ekuador terkait kebijakan BBM. Organisasi Masyarakat Adat Conaie, yang berpengaruh dalam penggulingan tiga presiden sebelumnya, mengutuk kebijakan ini dan menyebutnya merugikan masyarakat miskin, meskipun belum secara resmi bergabung dalam aksi protes saat ini. Krisis ini menambah beban ekonomi Ekuador yang tahun lalu sempat mengalami resesi akibat pemadaman listrik bergilir. Bagaimana perkembangan situasi selanjutnya? internationalmedia.co.id akan terus memantau dan memberikan informasi terbaru.
