Sebuah insiden mengejutkan di Gunung Prau, Wonosobo, Jawa Tengah, baru-baru ini menggemparkan jagat maya setelah sebuah video yang diduga merekam aksi tak senonoh sepasang pendaki menjadi viral di berbagai platform media sosial. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa pihak pengelola basecamp Gunung Prau telah memberikan konfirmasi serta kronologi lengkap terkait kejadian yang memicu perdebatan publik ini. Insiden tersebut, sebagaimana dilansir internationalmedia.co.id, terjadi pada akhir pekan lalu.
Dalam rekaman berdurasi singkat yang tersebar luas, terlihat seorang pria berjaket hijau dan celana hitam bersama seorang wanita berjaket hitam dan celana krem tengah berada dalam posisi yang sangat intim, berpelukan sambil berbaring di area gunung. Keduanya tampak asyik dalam aktivitas mereka, bahkan tidak menyadari bahwa aksi mereka sedang diabadikan oleh pendaki lain. Baru setelah ditegur oleh perekam, pasangan tersebut tersadar dan terbangun dari posisi mereka.

Solichun, selaku Pengelola Basecamp Gunung Prau via Patak Banteng, saat dimintai keterangan, membenarkan keaslian video dan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa insiden memalukan itu terjadi pada Sabtu, 29 Agustus. Menurut Solichun, pasangan tersebut tertangkap basah oleh pendaki lain. Ironisnya, alih-alih merasa malu, pria dalam video tersebut justru meluapkan amarahnya, memaki-maki pendaki yang merekam aksi mereka karena merasa tidak terima perbuatannya diabadikan.
Ketidaknyamanan pihak perekam yang merasa perlu menegur, berhadapan dengan penolakan keras dari pelaku yang merasa privasinya dilanggar, memicu perdebatan sengit di ketinggian gunung. "Itu tidak terima. Akhirnya jadi perdebatan panas," jelas Solichun. Ia menambahkan, "Karena dari pihak yang terekam itu merasa kurang enak, mungkin dari pihak pelaku yang ditegur juga mungkin tidak menerima, akhirnya terus terjadi cekcok di atas."
Kejadian ini sontak menjadi peringatan keras bagi para pendaki untuk senantiasa menjaga etika dan norma kesopanan saat berada di alam bebas, terutama di area publik seperti gunung yang sering dikunjungi banyak orang. Insiden ini juga memicu diskusi luas mengenai pentingnya menjaga kehormatan dan kenyamanan bersama di lingkungan pendakian.
