Kobaran api yang melanda kawasan Gunung Bromo terus meluas, kini mencapai Bukit Kedasih di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, situasi darurat ini memaksa pengelola untuk menutup sementara objek wisata ikonik Bromo Sky Bridge atau jembatan kaca demi keselamatan pengunjung.
Keputusan penutupan Bromo Sky Bridge diambil sebagai langkah antisipatif yang krusial. Meskipun titik api masih berada pada jarak yang relatif aman dari jembatan, kepulan asap tebal yang menyelimuti area tersebut mulai menimbulkan ketidaknyamanan signifikan dan berpotensi membahayakan wisatawan.

Manager Bromo Sky Bridge, Bambang Heriwahjudi, menjelaskan bahwa penutupan diputuskan setelah pihaknya memantau intensif pergerakan api yang kian mendekat ke area wisata. "Setelah kami lihat perkembangannya, ternyata titik api sudah mulai mendekat. Walaupun masih dalam jarak aman, asap dari titik api ini mengganggu kenyamanan pengunjung," ujar Bambang, seperti dikutip dari internationalmedia.co.id pada Kamis lalu.
Bambang menegaskan bahwa faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama dan tak bisa ditawar. Pihak pengelola tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun, terutama jika arah pergerakan api berubah secara tak terduga dan semakin mendekati area jembatan kaca yang populer itu.
Dengan adanya penutupan ini, wisatawan untuk sementara waktu tidak diizinkan melintas di atas jembatan kaca. Namun, Bambang menambahkan, pengunjung masih diperbolehkan datang untuk menikmati keindahan pemandangan Bromo dari area luar jembatan dan memanfaatkan fasilitas kafe yang tetap beroperasi. "Pengunjung tidak bisa melintas di jembatan kaca, tapi bisa melihat dari sisi luar dan menikmati kafe. Kafe tetap kami buka," jelasnya.
Situasi kebakaran yang meluas ini menjadi pengingat akan kerentanan alam dan pentingnya langkah preventif dalam pengelolaan destinasi wisata di tengah ancaman bencana.
