Internationalmedia.co.id – Belanda baru saja mencetak sejarah! Rob Jetten, politisi sentris berusia 38 tahun, resmi dilantik sebagai Perdana Menteri (PM) Belanda. Kemenangan tipisnya atas tokoh anti-Islam, Geert Wilders, dalam pemilu nasional, mengantarkannya menjadi PM termuda dalam sejarah Negeri Kincir Angin.
Kemenangan Jetten dengan selisih 29.668 suara ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa gerakan populis dapat dikalahkan dengan kampanye positif yang berfokus pada masa depan negara. Hal ini disampaikan Jetten kepada AFP beberapa waktu lalu.

Namun, perjalanan Jetten tidak akan mudah. Sebelum benar-benar memimpin negara dengan ekonomi terbesar kelima di Uni Eropa, ia harus terlebih dahulu membentuk koalisi. Proses ini diperkirakan akan memakan waktu berbulan-bulan, mengingat kompleksitas sistem politik Belanda.
Dalam sistem politik Belanda, tidak ada satu partai pun yang mampu meraih mayoritas kursi di parlemen yang beranggotakan 150 orang. Kompromi dan negosiasi menjadi kunci utama untuk membentuk pemerintahan yang stabil. Partai D66 pimpinan Jetten hanya berhasil meraih 26 kursi, jumlah terendah yang pernah diraih oleh pemenang pemilu. Sementara itu, partai sayap kanan ekstrem PVV yang dipimpin Wilders juga memperoleh 26 kursi.
Dengan 15 partai yang berhasil meraih kursi di parlemen, termasuk partai yang memperjuangkan hak-hak hewan dan kelompok yang mewakili kepentingan warga berusia di atas 50 tahun, lanskap politik Belanda semakin berwarna. Meskipun Wilders kehilangan 11 kursi dibandingkan pemilu sebelumnya, kekuatan partai sayap kanan ekstrem di Belanda tetap signifikan. Bahkan, beberapa partai sayap kanan ekstrem lainnya, seperti Forum for Democracy dan JA21, justru mengalami peningkatan perolehan kursi. Kondisi ini tentunya akan menjadi tantangan tersendiri bagi Jetten dalam menjalankan roda pemerintahan.
