Penulis: Gunawati

Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Internationalmedia.co.id melaporkan, sebuah pesawat pembom strategis Tu-95MS Rusia, yang mampu membawa senjata nuklir, baru-baru ini melakukan penerbangan di atas perairan netral Laut Jepang. Kementerian Pertahanan Rusia menyebut penerbangan tersebut sebagai bagian dari jadwal rutin, berlangsung lebih dari enam jam. Informasi ini didapat dari laporan Reuters dan kantor berita Rusia, TASS. Penerbangan pesawat pembom tersebut mendapat pengawalan ketat dari sejumlah jet tempur Su-35S dan Su-30SM. Menurut pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia, awak pesawat Tu-95MS secara berkala menjalankan misi serupa di atas perairan netral Arktik, Atlantik Utara, Samudra Pasifik, Laut Hitam, dan Laut Baltik. Mereka menegaskan semua penerbangan dilakukan sesuai aturan internasional.…

Read More

Internationalmedia.co.id melaporkan, Hamas telah menyetujui proposal gencatan senjata untuk Jalur Gaza. Setelah lebih dari 22 bulan konflik yang menghancurkan, upaya diplomatik Mesir dan Qatar, dengan dukungan Amerika Serikat, akhirnya membuahkan hasil. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh pejabat senior Hamas, Bassem Naim, melalui akun Facebook-nya. Naim menyatakan, "Gerakan ini telah menyampaikan tanggapannya, menyetujui proposal baru para mediator. Kami berdoa kepada Tuhan untuk memadamkan api perang ini dari rakyat kami." Sumber-sumber internal Hamas kepada internationalmedia.co.id mengungkapkan, persetujuan tersebut diterima tanpa revisi. Lebih lanjut, fakta-fakta yang dihimpun internationalmedia.co.id menunjukkan bahwa kelompok-kelompok Palestina lainnya juga telah menyatakan dukungan mereka terhadap proposal tersebut kepada para…

Read More

Internationalmedia.co.id melaporkan, Mesir menyatakan kesiapannya untuk bergabung dalam pasukan internasional di Gaza, namun dengan syarat. Pernyataan ini muncul di tengah upaya gencatan senjata yang terus berlanjut. Kairo menegaskan dukungannya hanya akan diberikan jika ada resolusi Dewan Keamanan PBB dan "horison politik" yang jelas. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Palestina, Mohammad Mustafa, di perbatasan Rafah. Abdelatty menekankan pentingnya mandat PBB yang jelas dan kerangka politik yang memungkinkan pasukan internasional beroperasi efektif. Menurutnya, tanpa hal tersebut, pengerahan pasukan akan sia-sia. Ia menambahkan bahwa kerangka politik ini akan mendukung Palestina dalam mewujudkan negara…

Read More

Internationalmedia.co.id memberitakan eksekusi mati seorang pria di Iran selatan pada Selasa (19/8) lalu. Pria tersebut dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan keji terhadap seorang ibu dan tiga anaknya. Kejadian mengerikan ini mengguncang publik dan kembali menyoroti hukuman mati yang masih diterapkan di negara tersebut. Menurut laporan Mizan, portal berita peradilan Iran yang dikutip oleh AFP, eksekusi dilakukan secara terbuka dengan cara digantung. Peristiwa ini terjadi di Beyram, Provinsi Fars. Pembunuhan sadis yang disertai perampokan ini terjadi pada Oktober 2024. Pelaku, bersama istrinya, telah divonis hukuman mati pada Februari 2025 dan putusan tersebut dikuatkan Mahkamah Agung pada April. Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id…

Read More

Internationalmedia.co.id melaporkan, Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan pengerahan sekitar 4,5 juta anggota milisi sebagai respons atas apa yang disebutnya sebagai ancaman dari Amerika Serikat (AS). Pengumuman ini menyusul peningkatan hadiah penangkapan Maduro oleh Washington dan operasi antinarkoba AS di kawasan Karibia. Dalam siaran televisi pemerintah, Maduro menyatakan, "Pekan ini, saya akan mengaktifkan rencana khusus dengan lebih dari 4,5 juta anggota milisi untuk memastikan cakupan seluruh wilayah nasional – milisi yang dipersiapkan, diaktifkan, dan dipersenjatai." Data resmi menyebutkan jumlah milisi Venezuela mencapai sekitar 5 juta personel, meskipun angka sebenarnya diperkirakan lebih rendah. Jumlah ini cukup signifikan mengingat populasi Venezuela sekitar 30…

Read More