Internationalmedia.co.id melaporkan, sebuah pesawat pembom strategis Tu-95MS Rusia, yang mampu membawa senjata nuklir, baru-baru ini melakukan penerbangan di atas perairan netral Laut Jepang. Kementerian Pertahanan Rusia menyebut penerbangan tersebut sebagai bagian dari jadwal rutin, berlangsung lebih dari enam jam. Informasi ini didapat dari laporan Reuters dan kantor berita Rusia, TASS.
Penerbangan pesawat pembom tersebut mendapat pengawalan ketat dari sejumlah jet tempur Su-35S dan Su-30SM. Menurut pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia, awak pesawat Tu-95MS secara berkala menjalankan misi serupa di atas perairan netral Arktik, Atlantik Utara, Samudra Pasifik, Laut Hitam, dan Laut Baltik. Mereka menegaskan semua penerbangan dilakukan sesuai aturan internasional.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah atau militer Jepang terkait aktivitas militer Rusia tersebut. Insiden serupa pernah terjadi pada Januari lalu, di mana Jepang mendeteksi pesawat pembom Rusia di atas perairan internasional Laut Okhotsk dan Laut Jepang, dan meresponnya dengan mengerahkan jet tempur. Tokyo juga sebelumnya telah menyampaikan protes diplomatik kepada Moskow terkait dugaan pelanggaran wilayah udara Jepang oleh jet tempur Rusia pada September tahun lalu, klaim yang dibantah oleh pihak Rusia. Situasi ini tentu memancing pertanyaan tentang motif sebenarnya di balik manuver militer Rusia tersebut.
