Internationalmedia.co.id – Pemerintah China melayangkan protes keras kepada Australia atas insiden yang melibatkan pesawat militer kedua negara di wilayah Laut China Selatan. Beijing menuduh pesawat Australia telah melanggar wilayah udaranya, memicu ketegangan baru di kawasan yang memang rawan konflik tersebut.
Menurut otoritas Australia, pesawat pengintai Poseidon mereka didekati oleh jet tempur China saat melakukan patroli rutin di atas perairan sengketa pada Minggu (19/10). Departemen Pertahanan Australia menyebutkan bahwa jet tempur China bahkan melepaskan suar dalam jarak yang sangat dekat, tindakan yang dinilai membahayakan keselamatan awak pesawat Australia.

Namun, militer China membantah tuduhan tersebut dan justru menuduh pesawat Australia telah "secara ilegal melanggar" wilayah udara mereka di atas Kepulauan Xisha (Paracel). Mereka mengklaim telah mengambil "tindakan pencegahan efektif" untuk merespons tindakan Australia.
Kementerian Pertahanan China dalam pernyataan terbarunya mengecam keras pernyataan Australia. Mereka menuduh Australia telah "memutarbalikkan fakta, mengalihkan kesalahan kepada China, dan berusaha menutupi tindakan penyusupan ilegal." Juru bicara Kementerian Pertahanan China, Jiang Bin, menyatakan ketidakpuasan yang mendalam dan menyampaikan protes keras kepada pihak Australia.
Jiang Bin juga menolak tuduhan Australia terkait tindakan tidak aman selama insiden tersebut. "Kekeliruan ini sama sekali tidak dapat dibenarkan," tegasnya. Ia mendesak Australia untuk segera menghentikan tindakan yang dianggap melanggar hukum, provokatif, dan mengada-ada. Jiang Bin menambahkan bahwa militer China akan terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan nasional.
Insiden ini menambah daftar panjang perselisihan antara China dan Australia di wilayah udara dan jalur pelayaran Asia yang semakin diperebutkan. Ketegangan di Laut China Selatan terus meningkat, dan insiden semacam ini berpotensi memicu konflik yang lebih besar.
