Bogor – Kabar mengenai penemuan Bayu Zulkarnain, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor yang sebelumnya dilaporkan hilang di Sungai Cisadane, telah dibantah tegas oleh pihak berwenang. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa Pemerintah Kota Bogor menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kasus ini kepada aparat kepolisian.
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menegaskan bahwa penanganan kasus hilangnya Bayu Zulkarnain diserahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian. "Intinya, kami serahkan semua kepada aparat yang berwenang. Semua ini masih dalam konteks penyelidikan. Kebenaran suatu informasi memerlukan fakta dan bukti, jadi jangan gegabah," kata Dedie pada Kamis (17/9/2026). Ia juga menekankan pentingnya menahan diri untuk tidak memberikan pernyataan apa pun yang bisa menghambat proses penyelidikan atau bahkan membuat pelaku kabur, mengingat sensitivitas kasus ini dan kebutuhan masyarakat akan kepastian.

Terkait status kepegawaian Bayu sebagai ASN, Dedie menyatakan pihaknya masih menunggu kejelasan mengenai keberadaan Bayu. Ia telah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah untuk memahami aturan kepegawaian ASN P3K terkait kedisiplinan dan potensi pelanggaran. "Nanti akan ada ketentuan tersendiri untuk kedisiplinan dan pelanggaran. Tentu, jika sudah begini, kita akan lihat masuk kategori pelanggaran yang mana," jelas Dedie.
Sebelumnya, sebuah video beredar luas dengan narasi bahwa Bayu Zulkarnain (35) telah ditemukan di Sukabumi setelah dilaporkan hilang di Sungai Cisadane. Namun, Wakapolresta Bogor Kota, AKBP Arie Trestiawan, secara tegas membantah narasi tersebut. "Belum (ditemukan), masih dalam penyelidikan," ujar Arie saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis (17/9).
Kasi Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Imam, menambahkan bahwa Polresta Bogor Kota telah berkoordinasi dengan enam polsek dan unit reskrim di wilayahnya, serta dengan Polres Sukabumi. Hasil koordinasi tersebut memastikan bahwa tidak ada penemuan atau pengamanan ASN atas nama Bayu Zulkarnain. "Tadi saya sudah koordinasi dengan KBO Reskrim, koordinasi dengan Polres Sukabumi. Itu juga sama, belum ada. Belum ada ditemukan atau mengamankan yang atas nama ASN Bayu tersebut. Jadi, berita (kabar Bayu ditemukan) itu hoax," tegas Imam, meluruskan informasi yang beredar di masyarakat. Penyelidikan atas hilangnya Bayu Zulkarnain masih terus berlanjut.
