Internationalmedia.co.id – News – Sebuah insiden kekerasan terhadap hewan kembali menggemparkan publik, kali ini menimpa seekor anjing jenis Husky di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Anjing malang tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka bacok serius, memicu kemarahan dan keprihatinan luas setelah videonya viral di media sosial.
Rekaman yang beredar memperlihatkan anjing berbulu putih-kelabu-hitam itu terbaring lemah dengan pendarahan hebat di bagian kepala. Luka terbuka yang dialaminya menunjukkan indikasi kuat serangan menggunakan benda tajam. Pihak kepolisian segera turun tangan untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan hewan ini, yang ditemukan pemiliknya pada Minggu malam (12/7).

Penyelidikan intensif langsung digencarkan oleh Polsek Babelan, bahkan melibatkan Unit Satwa/K9 dari Polda Metro Jaya. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan keterlibatan tim khusus ini. "Benar Unit Satwa/K9 Polda Metro Jaya telah dilibatkan untuk membantu penanganan dugaan penganiayaan terhadap seekor anjing jenis husky di wilayah Kebalen, Babelan, Kabupaten Bekasi," ujarnya kepada wartawan, Kamis (16/7).
Tim K9 Polda Metro Jaya bahkan diterjunkan langsung ke lokasi kejadian perkara (TKP). Anjing pelacak tersebut bertugas menelusuri jejak pelaku yang tega melukai anjing Husky yang ditemukan pemiliknya dalam kondisi berlumuran darah. Penanganan awal dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Babelan, sementara tim K9 fokus pada pelacakan di sekitar area.
Hasil kerja keras petugas dan anjing pelacak membuahkan hasil. Pada Selasa (14/7), satwa K9 bernama Zeus berhasil menyisir area perkebunan warga dari titik jejak darah hingga mengarah ke sebuah bangunan kosong yang sedang direnovasi, berjarak sekitar 50 meter dari lokasi penemuan anjing. Lokasi dugaan penganiayaan kini telah diketahui, namun pelaku pembacokan masih dalam pengejaran.
Kondisi anjing Husky tersebut dilaporkan sangat kritis. Informasi yang dihimpun internationalmedia.co.id menyebutkan bahwa anjing tersebut menderita empat luka bacok dan nyaris kehabisan darah. Saat ini, ia masih menjalani penanganan intensif di klinik hewan, dengan harapan bisa pulih dari luka-luka parah yang dideritanya. Dalam video, terlihat bulu di kepalanya dicukur untuk mempermudah pengobatan luka terbuka.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa tindakan penganiayaan terhadap hewan adalah pelanggaran hukum yang serius dan dapat dikenakan sanksi pidana. Kasus ini menjadi pengingat penting akan perlindungan terhadap hewan dan upaya penegakan hukum terhadap para pelaku kekerasan.
