Sebuah insiden kebakaran hutan yang cukup signifikan dilaporkan melanda kawasan Gunung Andong, Kabupaten Magelang, baru-baru ini. Internationalmedia.co.id – News mencatat bahwa total area yang terdampak mencapai 3,67 hektare, meninggalkan jejak hangus di salah satu gunung populer di Jawa Tengah ini.
Menurut Sururi, salah satu pengelola Basecamp Gunung Andong via Temu Kidul, kejadian ini pertama kali diketahui warga sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka melihat kepulan asap tebal membubung tinggi dari lereng gunung. Respons cepat pun segera dilakukan. "Kami langsung berkoordinasi dengan seluruh elemen terkait, mulai dari Masyarakat Peduli Api (MPA), Perhutani, hingga warga sekitar," jelas Sururi kepada jurnalis di posko Dusun Temu Kidul, seperti dilansir internationalmedia.co.id pada Selasa (11/8/2026).

Upaya pemadaman melibatkan sinergi berbagai pihak, termasuk personel dari Polsek dan Koramil setempat. "Kami bekerja sama secara intensif," tambah Sururi. Berkat kerja keras tim gabungan, api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 16.00 WIB. Sururi juga menyebutkan bahwa terdapat sekitar delapan titik api yang berbeda, dengan vegetasi yang terbakar didominasi oleh daun-daun kering, daun pinus, dan ranting-ranting kering yang mudah terbakar.
Secara terpisah, Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Pagergunung, Lukas Munadi, memberikan rincian lebih lanjut mengenai lokasi dan dampak kebakaran. Ia menjelaskan bahwa area yang terbakar berada di Petak 27 A PRH Pagergunung BKPH Ambarawa KPH Kedu Utara, yang secara administratif masuk wilayah Desa Jogoyasan, Kecamatan Ngablak. "Kondisi yang terbakar meliputi petak 27 A 1 seluas kurang lebih 2,85 hektare dan petak 27 A 3 seluas sekitar 0,82 hektare," terang Lukas dalam keterangan tertulisnya. Jenis vegetasi yang menjadi korban api antara lain kriyu, ilalang, kaliandra, dan pinus. Taksiran kerugian materiil akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp 541.500.
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan, terutama di musim kemarau dengan banyaknya material kering yang mudah terbakar.
