Internationalmedia.co.id – News – Sebuah insiden kebakaran alang-alang yang melanda area dekat Stasiun Kampung Bandan, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin (10/8/2026), sempat memicu kekacauan perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL). Api yang kini telah berhasil dipadamkan ini diduga kuat berasal dari bara puntung rokok yang sembarangan dibuang, menyulut ilalang kering di lahan milik PT KAI.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara, Gatot Sulaiman, mengonfirmasi dugaan tersebut. "Dugaan penyebabnya puntung rokok," jelas Gatot kepada internationalmedia.co.id. Kebakaran ini melahap lahan seluas sekitar 15.000 meter persegi atau 1,5 hektare, sebuah area yang cukup signifikan di dekat jalur vital transportasi publik.

Menurut keterangan warga di lokasi kejadian, kronologi bermula dari area pelepasan burung merpati yang berdekatan dengan hamparan ilalang kering. Puntung rokok yang dibuang di sana dengan cepat memicu api yang kemudian merambat luas dan tak terkendali. Tim pemadam kebakaran mulai beraksi pada pukul 14.50 WIB dan berhasil menuntaskan operasi pemadaman pada pukul 17.44 WIB, setelah hampir tiga jam berjibaku. Sebanyak delapan unit mobil damkar dan 40 personel dikerahkan untuk mengatasi kobaran api yang mengancam.
Imbas kebakaran ini, perjalanan Commuter Line lintas Tanjung Priok-Jakarta Kota pulang pergi sempat mengalami gangguan serius. KAI Commuter Indonesia (KCI) melalui akun X resminya mengumumkan adanya penundaan perjalanan demi alasan keamanan, menyebabkan antrean dan keterlambatan bagi ribuan penumpang. Namun, tak lama berselang, KCI mengabarkan bahwa situasi telah kembali normal. "Kebakaran yang berada di area dekat Stasiun Kampung Bandan telah selesai proses pemadaman. Perjalanan Commuter Line di lokasi tersebut sudah dapat kembali dilalui. Kami mohon maaf atas keterlambatan perjalanannya," tulis KCI.
Respons cepat dari petugas pemadam kebakaran dan koordinasi efektif dengan pihak KAI Commuter memastikan gangguan tidak berlarut-larut, meskipun sempat menimbulkan kekhawatiran bagi ribuan penumpang yang mengandalkan moda transportasi KRL untuk aktivitas harian mereka. Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di area yang rentan dengan vegetasi kering.
