Internationalmedia.co.id – News – Sebuah operasi gabungan besar berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin di perairan Kepulauan Riau. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menyatakan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Narkotika Nasional (BNN), Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta TNI Angkatan Laut atas keberhasilan ini, menyebut zat tersebut sebagai ancaman mengerikan bagi masa depan generasi muda Indonesia.
Sahroni menekankan pentingnya sinergi antarlembaga penegak hukum dalam memerangi peredaran narkoba. "Apresiasi setinggi-tingginya bagi Kepala BNN, Polri, TNI, dan Bea Cukai yang sudah bekerjasama dengan sangat baik dalam melakukan operasi penangkapan narkoba dengan jumlah yang luar biasa ini," ujar Sahroni dalam keterangannya kepada internationalmedia.co.id pada Selasa (11/8/2026). Ia berharap kerjasama ini terus berlanjut demi menekan angka peredaran narkoba dan menyelamatkan generasi penerus bangsa.

Lebih lanjut, Bendahara Umum DPP Partai NasDem ini menyoroti bahaya ketamin yang kini ditemukan dalam bentuk vape. Menurutnya, modus baru ini sangat mengkhawatirkan karena sulit dideteksi. "Terkait vape yang mengandung narkoba, ini memang mengerikan karena sekarang obat-obatan terlarang sudah beragam jenis dan bentuknya. Karena itulah, dari awal saya mendorong agar vape ini dilarang total saja, demi anak-anak kita," tegasnya.
Sahroni mendesak BNN dan aparat penegak hukum lainnya untuk tidak mengendurkan operasi serupa. Ia percaya bahwa tindakan proaktif seperti ini akan mempersulit ruang gerak para mafia narkoba dan mencegah peredaran zat terlarang. "Terus lakukan operasi-operasi agar mereka-mereka sulit lagi untuk bertransaksi dan bisa mencegah lebih awal atas operasi-operasi yang dilakukan oleh aparat-aparat penegakan hukum," tambahnya. Ia mengakui bahwa narkotika sulit dihilangkan sepenuhnya, namun upaya operasi dapat menurunkan peredaran, terutama melalui vape.
Pengungkapan masif ini sendiri terjadi pada Jumat (7/8) lalu. Tim gabungan berhasil mengamankan delapan anak buah kapal (ABK), terdiri dari satu warga negara Taiwan berinisial TSM (43) dan tujuh warga negara Myanmar (KH, MML, ML, PL, TA, ZO, MML). Para pelaku menyembunyikan 1.300 bungkus teh Cina yang berisi ketamin di dalam 65 karung, disembunyikan di kompartemen rahasia dekat anjungan kapal. Total berat barang haram tersebut mencapai 1.298 kilogram, atau hampir 1,3 ton, yang telah dikonfirmasi positif ketamin melalui uji alat Rigaku.
