Internationalmedia.co.id – News – Jakarta. Kondisi memprihatinkan menyelimuti lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Indonesia, di mana ribuan warga binaan terjangkit penyakit tuberkulosis (TBC). Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto mengungkapkan bahwa per Maret 2026, tercatat 1.464 kasus TBC aktif di fasilitas pemasyarakatan. Pernyataan ini disampaikan Agus setelah peluncuran program pengecekan TBC nasional untuk warga lapas se-Indonesia, yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Senin (29/6/2026).
Agus Andrianto menyoroti bahwa TBC merupakan salah satu penyakit menular paling mematikan di Indonesia. Berdasarkan Global Tuberculosis Report tahun 2025 yang dirilis oleh WHO, Indonesia berada di peringkat kedua dengan jumlah penderita TBC tertinggi di dunia, tepat di bawah India. "Fakta ini sangat memprihatinkan. Kasus TBC di Indonesia berkontribusi sekitar 10 persen dari total estimasi kasus global pada tahun 2024," ujar Agus. Ia menambahkan bahwa Indonesia masuk dalam kategori negara dengan endemisitas tinggi, dengan estimasi antara 300-499 kasus per 100 ribu populasi.

Secara spesifik di lingkungan lapas dan rutan, data tahun 2025 menunjukkan adanya 7.972 kasus TBC aktif dari total 218.962 warga binaan pemasyarakatan, dengan prevalensi mencapai 3,64 persen. Meskipun data terbaru per Maret 2026 mencatat penurunan prevalensi menjadi 0,54 persen atau 1.464 kasus dari 271.994 warga binaan, Agus berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan. "Tren ini memang menurun, tapi ini masih data triwulan satu. Mudah-mudahan terus menurun, apalagi dengan penanganan yang kita lakukan sekarang ini," ungkapnya.
Salah satu pemicu utama tingginya angka TBC di fasilitas pemasyarakatan adalah kondisi overkapasitas yang kronis. "Kita semua menyadari bahwa TBC adalah penyakit yang menular melalui udara," jelas Agus, yang juga berharap adanya amnesti kedua dari Presiden untuk mengurangi kepadatan penghuni.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Imipas bersama Kementerian Kesehatan telah meluncurkan program deteksi dini dan penuntasan TBC bagi warga binaan. Agus menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin atas dukungan layanan kesehatan, termasuk penyediaan sejumlah alat medis vital seperti monitor pasien, mesin rekam jantung, hingga pompa infus elektronik.
Pada kesempatan yang sama, Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif cepat dari Presiden Prabowo Subianto. Budi mengungkapkan bahwa setiap tahun, sekitar satu juta penduduk Indonesia terinfeksi TBC, dan 126 ribu di antaranya meninggal dunia.
Budi juga memaparkan alasan mengapa skrining TBC difokuskan di lapas. Menurutnya, potensi penularan TBC di lingkungan lapas sangat tinggi. "Karena interaksi yang intens, kondisi tidur yang berdekatan, serta aktivitas yang dominan di dalam ruangan, sehingga penularannya tinggi. Dan ini kadang-kadang luput dari skrining Dinas Kesehatan maupun Kementerian Kesehatan, berpotensi menyebarkan penyakit ke seluruh penghuni lapas," pungkas Budi, menekankan urgensi program ini.
