Aksi demonstrasi di Nepal berujung brutal. Internationalmedia.co.id melaporkan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Arzu Deuba menjadi korban kekerasan massa. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan Menlu Deuba dipukuli dan ditendang oleh para demonstran yang menyerbu kediamannya. Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas Menlu Deuba berusaha menyeka darah dari wajahnya di tengah kepungan massa yang merekam aksinya sendiri. Kekerasan berlanjut dengan tendangan dan pukulan ke wajah sang Menlu. Kondisi terkini Deuba masih belum diketahui.
Insiden ini bermula dari pemblokiran akses media sosial oleh pemerintah Nepal beberapa waktu lalu. Meskipun pemblokiran telah dicabut, demonstrasi justru semakin meluas dan berubah menjadi kerusuhan. Kemarahan massa tak hanya tertuju pada pemblokiran media sosial, namun juga meluas menjadi kritik terhadap pemerintah dan tuduhan korupsi. Sejumlah gedung pemerintahan, termasuk kediaman Perdana Menteri (PM) Khadga Prasad Sharma Oli, dibakar oleh para demonstran. Situasi semakin memanas setelah polisi menembak demonstran hingga menewaskan sedikitnya 22 orang. PM Oli sendiri telah mengundurkan diri, namun hal itu tak mampu meredakan amarah massa.

Tak hanya Menlu Deuba, Menteri Keuangan (Menkeu) Bisnhu Paudel juga menjadi sasaran kemarahan demonstran. Video yang beredar memperlihatkan Paudel berlari di jalanan Kathmandu dikejar oleh massa. Salah satu demonstran bahkan menendang Paudel hingga terjatuh. Meskipun sempat terjatuh, Paudel terlihat bangkit dan melanjutkan pelariannya. Kondisi dan keberadaan Menkeu Paudel saat ini masih belum diketahui pasti. Insiden ini menjadi sorotan internasional dan menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas politik Nepal.
